Menyikapi Keluhan Masyarakat Terkait Air Sungai Keruh, Polsek Meranti Tertibkan Peti

Tribatanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Landak, Air merupakan sumber kehidupan, di mana setiap manusia pasti membutuhkan air, Seperti halnya di kecamatan Meranti, saat ini air sungai sudah tidak bisa lagi digunakan oleh masyarakat karena airnya sudah tercemar limbah pertambangan liar.

Hal tersebut membuat Kapolsek Meranti Ipda Asep Tabroni gerah atas perbuatan para pelaku PETI (pertambangan tanpa Ijin) apalagi sudah banyak masyarakat yang mengeluh tentang kondisi air sungai Meranti.

Selasa (9/5) pagi pada saat pelaksanaan apel Kapolsek memerintahkan seluruh anggotanya untuk melakukan pengecekan di lokasi Dompeng (Peti) khusus nya pada kecamatan Meranti yang dipimpin langsung oleh Kapolsek.

Selanjutnya setelah melaksanakan apel Kapolsek bersama anggota menuju kelokasi yang telah dipetakan oleh Kanit Intel Polsek Meranti.

Jalan yang becek, licin dan rusak tidak menyurutkan langkah pengabdi masyarakat tersebut untuk mencari lokasi penambangan liar, “akhirnya kami sampai di Dusun Sedagok Desa Selange Kecamatan Meranti” ujar Kapolsek

Mendengar ada bunyi mesin dompeng, kemudian anggota bersama Kapolsek mendatanginya dengan berjalan kaki karena lokasi yang sulit dicapai, saat tiba di lokasi para pelaku sudah melarikan diri meninggalkan mesin dompengnya.

Kemudian Kapolsek beserta anggota memberikan himbauan kepada masyarakat yang tinggal disekitar tersebut untuk tidak melakukan penambangan liar di daerah tersebut karena merusak lingkungan terutama air dan dapat meresahkan warga yang menggunakan air di aliran sungai tersebut

“Saat ini kami akan menindak tegas kegiatan penambangan liar karena masyarakat Meranti sudah resah melihat air keruh di sekitar sungai Meranti dan akan selalu berkoordinasi dengan Polres Landak untuk penindakannya” Kata Asep

Penulis : Joi Dananta Ginting / Faldini Kholdi
Editor   : Umi Fadillah / Sugeng HS
Publish : Cucu Safiyudin

Admin Polri55931 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password