Kapolda Papua Barat Pimpin Press Release Kasus Pembunuhan

Tribratanews.polri.go.id-Polda Papua Barat, Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si ikut hadir dan memimpin jalan Press Release pengungkapan kasus pembunuhan pemilik Warung Coto Makassar di Polres Manokwari, Senin (8/5) 12.00 WIT siang di Aula Polres Manokwari.

Dari peristiwa kasus pembunuhan yang terjadi pada 9 April 2017 di Warung Coto Makassar di Pasar Wosi yang telah mengemparkan kita pada akhirnya bisa terungkap dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Manokwari dan dibackup Polda Papua Barat bisa mengungkap peristiwa ini secara utuh termaksud menangkap para pelaku yang terlibat dalam kasus ini.

Kapolda mengatakan ini awalnya dari hasil pemeriksaan olah TKP, adanya berbagai kejanggalan yang ada. Jadi ini adalah betul-betul hasil penyelidikan yang menyeluruh dengan dibantu oleh Cyber Investigation dengan menggunakan alat-alat yang cangih, membuat kasus ini bisa terungkap.

Kejanggalan yang ada dari keterangan timbul pada peristiwa ini sekitar jam 2, tetapi baru muncul atau baru ada yang meminta tolong ke masyarakat itu sekitar pukul 6 pagi, jadi ada selang waktu sekitar 4 jam yg didiamkan, menurut kita ini merupakan kejangalan.
Kejanggalan dalam hal penyelidikan itu merupakan yang utama, kejanggalan yang termaksud dalam rumah korban tidak ada sesuatu yang rusak, kalau tidak ada yang rusak berarti ada keterlibatan orang dalam, kemudian setelah ditelusuri dari pengecekan di TKP para penyidik kami bisa tahu bahwa pada peristiwa itu terekam dalam sebuah cctv yang tidak jauh dari rumah korban ada bangunan yaitu Kantor Pegadaian ada cctvnya yang merekam peristiwa orang-orang yang mencurigai yang meninggalkan tempat korban.

Kapolda memberi himbauan kepada masyarakat khususnya perkantoran supaya memiliki cctv dan memasang cctv di tempatnya karena ini sangat membantu dalam hal pengungkapan kasus.

Sementara itu dari olah TKP dicocokkan dengan peristiwa ada kesesuaian dan ada perbedaan keterangan antara istri korban dan cctv. Kemudian ada kejanggalan dari handphone anak korban yang hilang, ini menjadi petunjuk utama kepada penyidik kami, bahwa ada sesuatu yang tertinggal dan ditemukan pada tersangka, ini artinya handphone ada di TKP kemudian dibawa ke Makassar.

Dari hasil pengembangan terhadap istri korban kita temukan bahwa ada pembicaraan-pembicaraan yang sudah dihapus, dan kalau bagi ahli cyber tidak masalah bisa dimunculkan kembali dan inilah yang sangat membantu untuk pengungkapan kasus pembunuhan ini, sehingga pelaku berinisial AY bisa ditangkap di Makassar dan dilakukan pengecekan kemudian dicocokkan kembali bahwa sesungguhnya pelaku sudah berada di Manokwari pada tanggal 7 April, mulai dari kedatangan di bandara sudah kami ambil yang terekam di cctv di terminal kedatangan.

Dan juga dibelakang hotel kami temukan kaos milik tersangka, ini akan kami kirimkan ke laboratorium forensik yang diduga dibuang dan dicurigai mengandung noda darah, jika noda darah ini identik dengan korban Abdul Hakim maka dapat dipastikan pemilik baju ini berada di TKP, dan ini ditemukan berada di belakang Hotel Fortun dan tersangka menginap dari tanggal 7 sampai meninggalkan Manokwari dan balik pada tanggal 10.
Kemudian setelah di telusuri sesuai dengan tampilan di cctv penyidik juga sudah mengarahkan segala kekuatan mengecek alat-alat yang diduga dipakai oleh pelaku dalam mengeksekusi korban yang baru ditemukan jaket tersangka, sepatu, cebo, celana yang di pakai oleh pelaku pada saat kejadian, dan sarung tangan ini semua akan dibuktikan dengan alat forensik dan sementara untuk pisau yang digunakan untuk mengeksekusi korban belum ditemukan karena diduga dibuang di kali.

Penulis : Dewi

Editor : Umi Fadilah

Publish : Putu Wredhi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password