Polres Jayapura Mediasi Penyelesaian Masalah Tanah Ariyauw

Tribratanews.polri.go.id. Polda Papua, Polres Jayapura – Kapolres Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas. SH. S.IK didampingi oleh Kasat Reskrim Res Jayapura memimpin langsung mediasi terkait Tanah Ariyauw bertempat diruang Cycloop Mapolres Jayapura. sabtu 6/5/2017.

Hadir dalam giat tersebut diantaranya Kabag Ops Res Jayapura AKP Roberth Hitepeuw. SH. MH, Kasi Propam IPDA Usriyanto. SE, Bilce Mehue, Yancen Mehue, Ondoafi Hobong Stepen Ibo, dan Syors Mehue.

Kapolres Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas. SH. S.IK mengatakan bahwa apa yang terjadi kemarin terpaksa kami akan ambil tindakan proses hukum seperti pembakaran rumah dan juga yang terkena panah sepanjang mereka yang datang melapor dan kalau yang tidak datang melapor kami tidak tanggapi.

Lebih lanjut Kapolres Jayapura menjelaskan tanah yang dipermasalahkan tersebut masih dalam proses hukum jadi biarlah pengadilan yang memutuskan

“Saya berharap jangan ada yang membuat kegiatan di tanah tersebut karena bisa memancing pihak lain, seperti yang terjadi kemarin saya tidak setuju dilakukan pengukuran walaupun itu sebelah-sebelah kerena itu bisa memancing emosi dari pihak lain” Ujar Kapolres.

“Ditambahkan juga apabila ada kegiatan pengukuran dari BPN kami siap untuk mengamankan tetapi sebelumnya membuat surat permohonan pengamanan ke Polres Jayapura”, Ucap Kapolres Jayapura.

“Terkait dengan persoalan hukum yang sudah terjadi kami siap proses sesuai hukum yang berlaku walaupun itu pelakunya banyak”, Terang Kapolres.

Saya bersyukur dari kejadian kemarin tidak ada korban jiwa/ meninggal sedangkan pihak keluarga yang sudah ditahan saya tinggal menunggu surat resmi sebagai dasar kami, pengajuan surat pernyataan yang sudah disepakati bersama sehingga adik-adik kita bisa keluar”, pungkas AKBP Gustav R. Urbinas. SH. S.IK.

“Kami mau persoalan ini diatur dengan baik dan buat pernyataan terkait dengan yang ditahan saat ini, kita disini adalah keluarga tetapi otak dari permasalahan ini saya mau agar di periksa dan diproses hukum”, kata Bilce Mehue

Yansen Mehue selaku kepala kampung mengatakan kalau masalah kesepakatan saya atur hanya sepihak akan menjadi ancaman bagi saya, maka dari itu saya harus bicara dengan adik-adik saya dan saya harus di posisi netral”.

“Saya bisa ambil kesimpulan hari ini atas kejadian yang kemarin bahwa kita ini semua adalah korban dan semua juga pelaku, Memang benar proses pengadilan kita sudah mengajukan banding di pengadilan jayapura pertanggal 12 april 2017 dan pada tanggal 26 april lalu kita sudah ajukan kepengadilan tinggi maka berkas semua akan mereka jilid dan dikirim ke Mahkama Agung kemudian berkasnya akan dipelajari sehingga mereka bisa merekomendasikan ke Pengadilan Tinggi untuk menentukan siapa yang berhak atas tanah tersebut”, ucap Syors Mehue.

Dilanjutkan juga bahwa kami meminta bantuan Kapolres Jayapura agar bisa memfasilitasi kami, bapak Yansen Mehue dan Bapak Ondo Steven Ibo dengan Bapak Bupati dan Pemda Kab. Jayapura terkait uang sisa yang ada untuk kami bisa bawa pulang ke kampung dan kami bagi bersama untuk kami gunakan dengan masyarakat dikampung”, Ujar Syors Mehue.

Dengan adanya mediasi ini dilakukan agar tanah yang dipermasalahkan di lokasi Ariyauw diharapkan tidak di perpanjang lagi sambil menunggu proses dari pengadilan turun.

Penulis.    : Andi
Editor        : Umi Fadilah
Publish     : Imam

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password