Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta dan Work Shop “Mencari Format Kerukunan”

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta – Dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama khususnya di Solo Raya, pagi ini Sabtu (06/05/2017) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Solo Raya mengadakan acara Rapat Koordinasi dan Work Shop dengan tema “Mencari Format Kerukunan”. Acara ini diselenggarakan di Pendopo Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No 261 Penumping Laweyan Surakarta dengan diikuti oleh lebih kurang 150 orang.

Acara ini mendapat pengamanan petugas dari Polsek Laweyan dengan kekuatan 5 personil dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Penumoing Aiptu Sugiyarto.

Beberapa tamu undangan yang hadir pada acara ini antara lain Walikota Surakarta FX Rudi Hadyatmo, Wakil Walikota sekaligus Ketua Dewan Pembina FKUB Surakarta H Achmad Purnomo Apt, Sekertaris FKUB Provinsi Jawa Tengah Taslim Syah, Ketua Panitia yang juga Ketua Muhammadiyah Kota Surakarta H Subari, Kasat Intelkam Kompol Bowo yang mewakili Kapolresta Surakarta, Pejabat Kesbangpol se-Solo Raya, Pejabat Kemenag se-Solo Raya, Pengurus FKUB se-Solo Raya dan sebagai Narasumber dalam acara ini adalah KH Achmad Dahlan dan Pdt EM IM Harno Sakino MTH.

Ketua Panitia H Subari memyampaikan maksud dan tujuan Rakor adalah untuk mempererat persaudaraan antar Lengurus FKUB, saling tukar informasi kondisi wilayah masing-masing dan melakukan diskusi tentang format kerukunan yang bisa diterima semua pihak.

Ditambahkan oleh Walikota Surakarta FX Rudi Hadiyatmo dalam sambutannya, “Dalam menyelesaikan setiap masalah sebenarnya sederhana, apabila kita dalam mencari solusi dengan berdasarkan 7 “si” yaitu komunikasi, diskusi, koordinasi, sosialisasi, realisasi, koreksi, evaluasi. Kemudian dalam beragama kita juga telah diatur oleh Undang-Undang, apabila diluar itu ada penolakan atau ketidaknyamanan dengan kelompok tertentu, agar dilakukan upaya hukum yang benar sehingga semua dapat selesai sesuai prosedur yang ada”.

Pada acara Workshop, Narasumber KH Achmad Dahlan menyampaikan hasil Workshop beberapa waktu yang lalu yaitu tanggal 3 Desember 2016 yang menghasilkan beberapa hal praktis yang perlu dilakukan sebagai implementasi format kerukunan, diantaranya :
1. Dalam hubungan dengan keyakinan/iman dan agama dalam aspek politis, istilahnya pada bagian yang berhubungan dengan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar seimbang. Kemudian untuk membangun dan melestarikan kerukunan, maka peran dan tanggung jawab negara tidak boleh dilupakan.
2. Pemerintah baik legislatif yudikatif maupun eksekutif haruslah teguh dalam menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
3. Diperlukan optimalisasi lembaga seperti FKUB dengan memperhatikan trend, sudah waktunya pemerintah meningkatkan perhatian ke seluruh aspek.
4. Khusus dalam hubungannya dengan optimalisasi lembaga khususnya lembaga keagamaan, maka peran tokoh agama menjadi sangatlah vital.

Sebagai Narasumber kedua, Pdt EM IM Harno Sakino MTH juga turut memnerika pandangannya, bahwa agama itu adalah kepentingan personal, namun pada akhirnya tiap individu tidak dapat lepas dari kehidupan sosial. Maka dalam mengaktualisasi agamanya, orang harus memperhatikan aspek sosialnya sehingga semua dapat berjalan dg baik.

Kita tentu berharap, bahwa apa yang dilakukan FKUB ini bisa berdampak positif bagi kerukunan umat beragama di Solo Raya. Tidak ada lagi aksi intoleransi, sentimen kelompok dan perselisihan yang mencederai kebhinekaan.

Penulis : Heri Laweyan
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password