Polda Lampung Berhasil Mengungkap Kasus Penipuan Rekruitmen PNS Berskala Nasional.

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung berhasil mengungkap kasus sindikat penipuan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tersangka dalam menjalankan aksinya, Tersangka memiliki jaringan berskala Nasional. Puluhan korbannya tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Kombes Pol Heri Sumarji menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan menjanjikan dapat masuk menjadi PNS melalui jalur khusus atau tanpa tes. Dengan syarat, korban memberikan sejumlah uang kepada tersangka. Pada tahun 2016 pelaku menjalankan aksinya. korban yang tidak kunjung kunjung menerima panggilan menjadi PNS, lalu melapor ke polisi. Ini adalah jaringan dan para tersangka adalah pensiunan PNS asal Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Lampung. Seluruhnya sudah kami tahan di Mapolda Lampung,” kata Heri Sumarji, Kamis (04/05/2017).

Tersangka Tamsil, warga Lampung, sepasang suami istri (pasutri) asal Purwokerto, Jawa Timur, yaitu Feri Hidayat dan Rina Yuliana. Kemudian, Arif Candra warga Pontianak, Kalimantan Barat, dan Romli Iyon asal Jakarta. Seluruh tersangka merupakan pensiunan PNS di daerahnya masing-masing. Hingga kini, Polisi masih menyelidiki satu tersangka lain yang disinyalir sebagai otak kejahatan, yang merupakan narapidana, di lembaga pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta berinisial Da.

Ia menduga, jaringan kejahatan tersebut telah lama beroperasi, dan korbannya tersebar di berbagai daerah Provinsi di Indonesia.

“Korbannya itu ada dari Lampung, Kalimantan, Jawa Timur, dan Jakarta dengan total nilai kerugian mencapai Rp1,6 miliar lebih. Kasus ini masih terus kami kembangkan,” ungkapnya Dirreskrimum

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, lanjutnya, sindikat tersebut bekerja sama dalam menipu korbannya dengan tersangka Romli Iyon mengaku sebagai Sekretaris Menteri Aparatur Negara. “Jadi misalnya dari yang di Jakarta itu minta ke yang di Pontianak Rp90 juta. Lalu Pontianak minta yang di Jawa Timur Rp115 juta, lanjut ke Lampung minta Rp150 juta. Terakhir tersangka di Lampung minta ke korbannya sebesar Rp200 juta. tersangka mengambil untungnya masing-masing,” ungkapnya. Kasus tersebut, kata Heri, masih didalami untuk mengetahui jumlah seluruh korban dan juga menjerat otak dari sindikat tersebut yang masih mendekam dalam LP Cipinang, Jakarta.

“Dia adalah orang terakhir dari penipuan ini, tetapi masih belum kami periksa. Untuk itu, masih belum bisa kami beberkan,” pungkasnya.

Penulis : Tim

Editor : Umi Fadilah

Publish : Haryanto

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password