Merajut Tenun Kebhinekaan Bhabinkamtibmas Sambangi Tokoh Lintas Agama

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar ,   Polres Sintang – maraknya pemberitaan di televisi dan media elektronik akhir-akhir ini yang bermuatan sara, membuat Bhabinkamtibmas Polsek Dedai Bripka Hendri berinisiatif menemui tokoh lintas agama di desa Lundang, Rabu (3/5/2017).

Kegiatan tersebut dimaksudkan agar warga desa Lundang senatiasa menjaga kerukunan antar umat beragama dan antar suku yang berbeda yang selama ini sudah terajut dengan sangat baik di desa tersebut.

Saya selaku Kapolsek Dedai berterima kasih dan mengaresiasi atas dukungan sikap para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat kecamatan dedai yang telah mengambil sikap penolakan terhadap paham radikalisme dan anti pancasila serta meminta TNI/Polri untuk menindak tegas dan membubarkan terhadap siapapun yang mencoba merubah dasar negara Republik Indonesia.

Dalam pertemuan ini dihadiri oleh 4 orang tokoh agama dan 1 orang tokoh adat. H.Abdul Qodir sebagai tokoh agama Islam, Singki tokoh agama Kristen, Matius Supriadi,S.pd tokoh agama Khatolik, Joko Tramianto tokoh agama Hindu dan Lumda selaku wakil ketua adat Dayak desa Lundang.

Dalam kesempatan ini H.Abdul Qodir (55) menyampaikan keprihatinanya melihat pemberitaan di televisi maupun di media elektronik. Ia sangat sedih,akibat politik banyak muncul kelompok kelompok radikal yang tidak toleran terhadap sesama.

“Saya sedih melihat berita, kerukunan antar umat agama yang selama ini sudah dapat kita jalin dengan baik dapat dirusak oleh kelompok kelompok radikal”.Ujarnya.

H.Qodir juga menambahkan bawa dirinya dan tokoh agama yang lain sangat mendukung tindakan Tni dan Polri dalam mengambil tindakan tegas terhadap ormas radikal.

“NKRI harga mati. Jangan sampe pecah, untuk itu walaupun kami di kampung tidak bisa berbuat banyak tapi mendukung sepenuhnya terhadap TNI dan Polri untuk mengambil tindakan tegas terhadap ormas ormas yg radikal”.ucap H.Qodir.

“Disini sudah puluhan tahun kami hidup berdampingan dan saling membantu walaupun berbeda agama.Masyarakat di desa ini terdiri dari 4 agama pak,yaitu Islam, Kristen, Khatolik, dan Hindu.Selama ini kami hidup dengan baik,saling toleransi.Bahkan di desa ini dibangun Masjid, Gereja Kristen, dan Gereja Khatolik secara berdampingan”,tambahnya.

“Saya tidak mau hal positif yang selama ini kita jaga rusak karena ulah orang-orang tertentu yang mempunyai tujuan tidak baik. Karena pada dasarnya negara kita Indonesia tercipta dari berbagai macam suku, ras dan agama, jadi tidak mungkin semua orang diharuskan menjadi sama”, tutupnya.

Penulis : Dedi/Borne
Editor    : Umi Fadilah
Publish:  Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password