Polrestabes Makassar Tangkap Dua Pengedar Narkoba Dilokasi Berbeda

Berantas Peredaran Narkoba, Polrestabes Makassar Tangkap Dua Pengedar

 

 

 

 

 

 

 

 

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Satuan Narkoba Polrestabes Makassar telah berkomitmen untuk membersihkan dan memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum kota Makassar. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan membentuk beberapa Tim Khusus.

Hal tersebut terbukti saat Tim Macan berhasil menangkap seorang lelaki GF alias black (32) warga jalan Bayam Makassar yang tertangkap tangan menggunakan dan mengedarkan sabu-sabu. Selasa, 02/5/2017.

Lelaki Black ditangkap dirumahnya beserta barang bukti yakni sabu-sabu 25 gram dan alat isap / bong.

Ditempat lain yakni di jalan Tinumbu, Tim Elang juga mengamankan pengguna narkoba lelaki IJ alias Jempol (22) warga jalan Layang Makassar sekitar pukul 00.05 wita. Rabu, 3/5/17.

Pada saat dilakukan pengembangan jaringan narkotika penangkapan Jempol melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri. Salah seorang tim Elang memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tidak dihiraukan. Akhirnya anggota melumpuhkan dengan timah panas. Setelah dilumpuhkan pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pengobatan.

Dari hasil penangkapan ditemukan barang bukti 23 sachet kecil dan 3 sachet besar dengan berat narkoba kurang lebih 40 gram.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengatakan lelaki jempol merupakan DPO Satuan Narkoba Polrestabes Makassar

Saat ini kedua pelaku dan barang bukti berada di Mako Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password