Ketua Bhayangkari Polda Kalsel Berharap Semangat Juang Mathilda Jadi Teladan dan Panutan

Tribratanews.polri.go.id- Semangat juang dan pengabdian yang tiada terkira Mathilda Batlayeri menjadi hal yang patut dihormati dan dikenang oleh masyarakat Indonesia khususnya anggota Polri dan Bhayangkari.

Sikap, tekad, ketauladanan serta semangat patriotisme Mathilda Batlayeri dapat dijadikan bekal dan modal dalam meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Berkat semangat perjuangan yang tinggi dan pengabdian yang tulus, Mathilda Batlayeri diberikan tanda penghargaan Mendali Melati pada tahun 1983. Langkah dan kiprah Mathilda Batlayeri tersebut membuat Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan bertekad dengan tulus menjadi suri tauladan dan panutan bagi keluarga dan masyarakat.

Mengawali tugas sebagai Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel yang baru Ny. Ati Rachmat Mulyana meninjau dan mengenang kembali sejarah hidup pejuang wanita Bhayangkari Indonesia di Bumi Lambung Mangkurat, Senin (1/5/2017).

Dimana pada kesempatan tersebut Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana beserta Ibu Bhayangkari Daerah Polda Kalsel Ny. Ati Rachmat Mulyana bertemu dan berdialog dengan Ibu Samsi selaku saksi hidup Mathilda Batlayeri.

mathilda kapolda

Dialog Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana beserta Ibu Bhayangkari Daerah Polda Kalsel Ny. Ati Rachmat Mulyana bersama Ibu Samsi mengenai sejarah hidup Mathilda Batlayeri dalam menjaga kehormatan negara Republik Indonesia khususnya di Bumi Lambung Mangkurat.

Ibu Bhayangkari Daerah Polda Kalsel Ny. Ati Rachmat Mulyana pada kesempatan tersebut juga memberikan tali asih kepada Ibu Samsi selaku saksi hidup Mathilda Batlayeri.

Peninjauan tersebut dampingi Kapolres Tala dan Ibu Bhayangkari Cabang Tala, serta Kapolsek Kurau dan Ibu Bhayangkari Ranting Kurau.

Sebagaimana diketahui bahwa pada 28 September 1950 dini hari, kelompok Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KryT) Ibnu Hajar dengan kekuatan GPK KryT dipimpin Suwardi melakukan penyerangan ke Pos/Asrama Polisi Kurau.

Serangan mendadak diambang fajar tersebut hanya dihadapi 5 (lima) orang anggota Polisi dan seorang Bhayangkari bernama Mathilda Batlayeri yang melibatkan diri dalam pertempuran dikarenakan melihat kekuatan yang tidak seimbang.

Suardi pimpinan GPK KryT yang konon memiliki ilmu kebal, tertembak mati oleh Mathilda Batlayeri, namun tetap saja pertempuran yang tidak seimbang dan yang berlangsung dalam waktu kurang lebih satu setengah jam berakhir dengan mengakibatkkan satu persatu kusuma bangsa berguguran termasuk Mathilda Batlayeri yang sedang mengandung beserta ketiga anaknya.

penulis : Yudha

editor   : Umi Fadilah

publish : Hamsan

Admin Polri55935 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password