Polwan Banyuwangi Itu Bantu Buku

2 polwan banyuwangi

Tribratanews.polri.go.id, poldajatim- Belajar tidak boleh mengenal batas. Dimanapun bisa digunakan untuk menimba ilmu pengetahuan meski belajar di emperan rumah dengan sarana terbatas. Semangat membaca dan belajar harus tetap berkobar.

Inspirasi itu coba dikisahkan Briptu Rizki Martha Amalia kepada generasi emas di lingkungan tinggalnya di Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Minggu (30/4/2017). Mengandeng perpustakaan keliling yang dikelola Karang Taruna Desa Kebaman, Kecamatan Srono, polwan yang pernah menjalani tugas dinas di Mabes Polri ini mencoba menggugah semangat membaca kalangan pelajar di dusunnya.

Motivasi itu tidak sekedar melontarkan kalimat yang membius pendengaran. Lebih 30 buku yang terdiri dari bacaan umum dan pendidikan didonasikan Briptu Martha kepada pengelola perpustakaan keliling Karang Taruna Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Rifqi Nuril Huda. Harapannya, puluhan judul buku yang disumbangkan tersebut bisa bermanfaat bagi kalangan muda yang mengalami keterbatasan dana dalam membeli buku.

“Sewaktu kecil pernah punya niat untuk membeli buku tapi tak kesampaian karena faktor keadaan. Setelah menjadi anggota kepolisian dan memiliki penghasilan sendiri jadi inspirasi agar masa lalu saya tidak dialami anak-anak yang lain,” ujarnya mengenang masa lalu.

Semua buku yang kini kepemilikannya telah dialihkan kepada perpustakaan keliling, menurut Briptu Martha, dibeli dari sebagian kecil pendapatannya pasca menjadi polisi. Tak terasa jumlah buku yang dibeli terus bertambah banyak sehingga memenuhi sebagian isi almari. Sejak itu dia berusaha mencari kawan yang bisa memanfaatkan buku bacaan yang terus menumpuk.

“Singkat cerita bisa komunikasi dengan rekan-rekan dari Karang Taruna Desa Kebaman, Kecamatan Srono yang mengelola perpustakaan keliling. Kebetulan areanya tidak terbatas di wilayah Srono saja. Lalu kita sepakat untuk menggelar belajar bersama di rumah,” papar mantan Sekpri Kapolres Banyuwangi era AKBP Yusuf dan AKBP Tribisono Soemiharso.

Bersama Komunitas Pemuda Kosmik Tapanrejo, Limura Muncar dan sejumlah relawan muda lain, Briptu Martha juga mengajarkan tehnik membuat keterampilan berbahan baku kertas. Dia juga tanpa canggung bermain ceria dengan anak-anak usia dini sampai tingkatan SMA. Rizki Jantir yang menjadi koordinator acara itu mengaku terharu.

“Tidak banyak orang yang peduli dengan pendidikan anak-anak kurang mampu. Apa yang dilakukan Briptu Martha menjadi pemacu semangat kami yang konsen dengan dunia pendidikan anak untuk terus berjuang,” ungkapnya.

Penulis  : Deddy

Editor    : Umi Fadhilah

Publish  : Sholeh hs

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password