Demo Buruh, Sabhara Polda Sulsel, Brimob, Polrestabes Makassar dan Polres Maros Jaga KIMA dan Perlimaan Bandara

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Polda Sulsel memperketat pengawalan di beberapa titik antara lain di KIMA (Kawasan Industri Makassar), dan persimpangan lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk mengantisipasi aksi demonstrasi pada hari buruh se-dunia alias May Day pada Senin, 1 Mei 2017.

Langkah pengamanan dimaksudkan guna memastkan situasi di area Kawasan Industri dan bandara yang merupakan objek vital aman dan kondusif serta mengantisipasi adanya tindakan anarkis di Kawasan Industri dan keterlambatan calon penumpang akibat demo buruh.

Dari pantauan, terlihat beberapa organisasi buruh di Makassar seperti HKN,SPBN, dan organisasi lainnya terlihat berkumpul di Pintu Masuk Kawasan KIMA Makassar Jl.Perintis Kemerdekaan,  dan bergerak ke Monumen Mandala, dan Fly Over, walaupun beberapa konvoi juga melintasi Perlimaan Bandara pergerakan buruh tersebut telah diantisipasi Pasukan gabungan yang  , terdiri atas personel Brimob, Polrestabes Makassar, Polres Maros dan Sabhara Polda Sulsel

Demonstrasi di area bandara sebenarnya tegas dilarang dalam aturan. Namun, pihaknya tidak bisa melarang sehingga menyiapkan langkah antisipatif bila tetap ada buruh yang menggelar unjuk rasa di area bandara.

“Keberadaan pasukan gabungan tersebut untuk memastikan bila memang ada unjuk rasa, jangan sampai mengganggu pihak lainnya. Harus tertib,” tegas Kompol Amiluddin dari Ditsabhara Polda Sulsel

Dalam peringatan May Day yang kerap diwarnai aksi unjuk rasa, tantangan bagi pihak Kepolisian ialah memastikan tidak ada simpul kemacetan di area bandara yang berpotensi membuat calon penumpang terlambat. Karenanya, keberadaan pasukan gabungan bukan sebatas pengamanan, tapi juga pelayanan terhadap calon penumpang.

Unjuk rasa pada May Day di Makassar diperkirakan akan diikuti oleh setidaknya 5.000 buruh dari berbagai konfederasi serikat pekerja. Mereka berencana menyampaikan aspirasinya terkait penolakan upah murah kepada wakil rakyat dan pemerintah. Perwakilan dari buruh Sulsel, Basri Abbas, menjamin unjuk rasa yang dilakukannya di Kota Makassar berjalan aman dan terti

Tuntutan utama buruh pada peringatan May Day, masih seputaran penolakan terhadap upah murah. Buruh ditegaskannya mendesak pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Regulasi tersebut dianggap biang kerok munculnya upah murah bagi buruh.

Demo Buruh, Polda Sulsel dan Jajaran Perketat Pengamanan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin2

 

 

 

 

 

 

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password