Amankan Kegiatan Pencak Dor di Ponpes Lirboyo 106 Polisi Dikerahkan

Tribratanews.polri.go.id – Polresta Kediri – Sedikitnya 106 anggota Polresta Kediri akan disiagakan dalam pengamanan Pencak Dor yang akan digelar di Ponpes Lirboyo pada Sabtu malam (29/4).

Kabag Ops Polresta Kediri Kompol I Ketut Mudita dalam keterangannya 106 anggota yang dilibatkan dalam pengamanan tersebut merupakan gabungan fungsi.

“106 anggota Polresta Kediri akan kita siagakan baik untuk pengamanan di sekitar lokasi pencak dor dan juga keamanan di jalan raya. Sebab acara seperti akan dihadiri ribuan massa dari berbagai daerah,” kata Kompol I Ketut Mudita.

Seperti diketahui bagi warga Kediri tradisi pencak dor atau tarung bebas ini . Bahkan boleh dibilang pencak dor merupakan solusi tawuran buat kalangan remaja ala Kediri

Pencak Dor sendiri diinisiasi oleh almarhum Kiai Agus Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil Gus Maksum di Pesantren Lirboyo Kediri. Tujuannya adalah terjalinnya silaturahmi sesama pendekar dan media dakwah pemuda.

Namun sebenarnya pendirian arena pencak dor dilatarbelakangi oleh kegelisahan Gus Maksum kala itu akan maraknya aksi perkelahian antar remaja di Kediri .

Tak jarang dari perkelahian tersebut menimbulkan korban. Oleh karena itulah Gus Maksum ingin membuat arena untuk bertarung satu lawan satu secara fair.

Jadi segala perselisihan yang dihadapi bisa terselesaikan dengan adil tanpa menguras rasa persaudaraan.

Meski jadi arena tarung bebas namun rupanya tradisi ini sangat digemari oleh masyarakat Kediri. Setiap kali acara ini digelar pasti dipadati oleh ratusan hingga ribuan penonton.

Pencak Dor mulai sendiri muncul sejak era 60an ini dan masih sangat digemari masyarakat Kediri. Para pendekar yang akan bertarung biasanya dipertemukan dalam gelanggang Pencak Dor ukuran 8 x 4 meter.

Sekilas, gelanggang Pencak Dor mirip dengan ring tinju. Bedanya jika ring tinju dikelilingi dengan tali, Pencak Dor dikelilingi batang bambu sebagai pembatas tepi untuk arena pertarungan.

Jika sudah mulai bertarung, suasana memanas juga sampai dirasakan para penonton. Adu jotos tak terelakkan, melakukan tendangan atau bantingan apalagi.Dan jika salah satu kalah maka wasit akan memilih siapa yang terbaik dan dinyatakan menang.

Yang paling unik, adalah pencak dor ini meraka tidak mendapatkan upah. Upah yang mereka terima adalah sepiring nasi dan dianggap sebagai berkah pertandingan. Pencak dor ini sekaligus sebagai adu gengsi, lawan diatas ring, kawan dibawah ring, begitu yang dipedomani oleh para pendekar pencak dor. (res|aro) sumber : brilio.net | Foto : FB – Kediri Ngangenin

POLRESTA KEDIRI

Penulis : DIDIK
Editor : Umi Fadilah
Publis : DIDIK

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password