Ditpolairud lakukan Latihan Dasar Selam di Kolam Renang Oevang Urai Pontianak

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Ditpolairudda, AKP Apep Syamsul Hakim selaku Komandan Team latihan kemampuan selam memberikan APP pembekalan kepada personel bintara dan tamtama remaja Ditpolairud tentang pengetahuan dasar mengenai peralatan selam dilanjutkan latihan dasar yang harus dilakukan sebelum menyelam, Kegiatan ini dilaksanakan di kolam renang Oevang Urai Pontianak, Jumat (28/04/2017).

Olahraga selam di Indonesia berwadah dalam suatu organisasi POSSI atau ISSA (Indonesian Sub-aquatic Sport Association) yang berdiri pada Agustus 1977 di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan FOPINDO (Federasi Olahraga Perairan Indonesia) di tingkat Nasional serta berafiliasi dengan CMAS (Confederation Mondiate des Activites Subaquatiques) atau dikenal dengan World Underwater Federation.

AKP Apep Syamsul Hakim menjelaskan bahwa Untuk menjadi penyelam, fisik harus sehat dan kuat untuk mendukung kemampuan renang yang telah dimiliki.

“Penyelam akan diuji bertahan di dalam air tanpa menggunakan alat,” ujarnya

Sebelum memulai latihan para bintara dan tamtama remaja personel Ditpolairud yang hadir akan dilakukan pengecekan kesehatan oleh bintara kesehatan Aiptu Muslim karna sebelum melaksanakan latihan diwajibkan dalam kondisi jasmani yang baik dan sehat.

Latihan –latihan yang dilaksanakan yaitu dimulai dari pemanasan fisik agar untuk menghindari adanya resiko keram/kejang otot, dilanjutkan dengan menguji kemampuan berenang gaya bebas 200 meter, berenang di dasar (Apnea) 25 meter, Water Trapen ( mengapung di permukaan air selama 15 menit tanpa menggunakan alat bantu dilanjutkan materi tambahan perkenalan alat-alat selam, cara masuk kedalam air menggunakan alat dan cara mengatasi suatu masalah didalam air apabila masker yang digunakan kemasukan air.

Brigadir Nendra. DN, SH selaku anggota team, menambahkan kegiatan pengenalan peralatan selam dan praktek ini ditujukan agar personel yang baru dapat mengetahui alat apa saja yang diperlukan untuk menyelam, diantaranya  Snorkle, Mask, Primary Regulator, Buoyancy Control Device with Low-pressure Inflator (BCD), Alternate Air Source – Second Stage, Cylinder, Weight Belt with Weight Retainers and Quick-release Bukle, Submarsible Pressure Gauge (SPG), Full-lenght Wet Suit and Scuba Fins.

Direktur Polairudda Polda Kalbar Kombespol H. Alex Fauzi Rasad. SST. MK, SH yang diwakilkan oleh AKP Apep Syamsul Hakim menambahkan selam juga termasuk olahraga dengan resiko kecelakaan yang tinggi, setelah menyelam resiko yang mungkin akan terjadi adalah tenggelam, pecah gendang telinga karena tekanan bawah air, pecah sinus hidung sehingga pendarahan, kejang otot, kedinginan, emboli udara, gagal jantung, keracunan udara dalam tabung yang tercemar CO, kehabusan udara, dsb. Yang sangat penting untuk mengatasi segala kemungkinan itu adalah dengan tetap fokus, tenang atau tidak panik”, para personel baru diberikan pembekalan dan orientasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang salah satu tugas tambahan yang di miliki personel Ditpolairudda sebagai suatu keahlian dasar selama bertugas di wilayah perairan.

Penulis : Mahrani/ Teguh.
Editor : Umi Fadillah/ Sugeng. HS.
Publish : Cucu Sayifudin.

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password