Judi di Tanggamus : Bandar Koprok Cilik Berhasil Diamankan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tanggamus. Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Agung menangkap seorang bandar judi jenis Koprok berinisial GN (13) di Pekon Kandang Besi, Kecamatan Kota Agung Barat, Jumat (28/4/17) malam pukul 21.30 Wib, saat sedang menggelar lapak di Pekon setempat.

Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik., M.Si., mengatakan, penangkapan pelaku judi koprok itu berawal adanya aduan dari masyarakat sekitar kejadian melalui short massage service (SMS). Kemudian anggota langsung melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi yang diterima. Dan ternyata benar adanya, serta diketahui selama ini masyarakat cukup resah dengan adanya lapak judi koprok yang selalu ada disetiap acara.

Barang bukti perjudian koprok yang disita dari pelaku GN.
Barang bukti perjudian koprok yang disita dari pelaku GN.

Alhasil, tanpa membuang waktu. Anggota yang dipimpin oleh Kanitreskrim Polsek Kota Agung langsung melakukan penangkapan terhadap sang bandar. Namun, tak disangka, ayah dari bandar koprok, bernama Mukmin yang saat ini menjadi DPO sengaja menyuruh anaknya menjadi bandar, tetapi berada dilokasi dan berteriak memprovokasi, situasi dilokasi penangkapan pun berubah menjadi hujanan batu menghampiri anggota Polsek Kota Agung yang berjumlah 10 orang tersebut.

Akan tetapi situasi lempar batu tidak berlangsung lama, karena anggota langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Alhasil, para pemain koprok berhamburan tunggang langgang berlari menjauh menyelamatkan diri, begitu juga dengan sang provokator (Ayah tersangka bandar judi koprok).

“Anggota kita ada yang terkena lemparan dibagian kepala tapi hanya memar, serta luka jari manis sebelah kanan. Sekarang tersangka sudah kita amankan beserta dengan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian penangkapan,” kata AKP Syafri Lubis, Sabtu (29/4/17) pagi.

Kapolsek menambahkan, dari keterangan GN, ia sudah sejak lama menggeluti bisnis haram itu, lantaran sang ayah selalu memerintahkan dirinya dimanapun buka lapak, dan selalu berpindah tempat, mengikuti dimana ada hajatan digelar. Alhasil, koprok bagi GN sudah menjadi darah daging dalam kehidupannya. Kini, dirinya untuk sementara diamankan berkaitan keterangan pelaku pada saat di TKP dan mengingat usia pelaku saat ini 13 tahun sesuai dgn UU RI No.11 tahun 2012 tentang SPPA batasan umur anak yamg bisa dilakukan penahanan adalah sekurangnya 14 tahun, maka anak sementara waktu dikembalikan ke orang tuaanya dengan adanya jaminan dari ortu tetapi proses penyidikan trus berjalan, selama itu orang tua berkewajiban menghadirkan anak saat dibutuhkan oleh penyidik sewaktu dari proses penyidikan hingga persidangan.

Barang bukti yang diamankan 1 set alat judi koprok terdiri dari satu tempurung dadu, empat buah mata dadu, satu lembar plastik warna biru, satu buah lapak, satu buah lempengan dadu, satu buah lampu emergency dan uang tunai 169 ribu.

“Untuk pasal, Pasal 303 KUHP Jo Pasal 303 bis dan UU RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sementara bapaknya yang DPO masih dalam pengejaran anggota,” pungkas AKP Syafri Lubis. (*)

Penulis  : N.Muslih

Editor     : Umi Fadilah

Publish  : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password