Polresta Surakarta Mengamankan Aksi Damai Bela Islam DSKS dan Gabungan Elemen Islam Solo Raya di Gladak

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta.
Kepolisian Resort Kota Sufakarta mengamankan dan mengawal jalannya aksi damai dari beberapa elemen Islam Solo raya di bundaran gladak yang menuntut penegakan keadilan hukum terhadap si penista agama dan ulama Ahok, Jumat ( 28/4/17 ) pukul 13.30 wib s/d 15.30 wib.

Peserta aksi damai ini di awali dengan Sholat Jumat di Masjid Kota Barat kemudian longmarch dari Kotabarat menuju gladak. Peserta ini aksi sekitar 2000 orang dari berbagai elemen Islam di soloraya yakni DSKS, Hizbullah Sunan Bonang Surakarta, Ponpes Almukmin Ngruki, Ponpes Darusy Syuhada, Kokam, Majelis Taklim Alhuda Ar Risalah, Al Madina, Jamaah Anshary Syariah, JAT.

Nampak hadir Tokoh dalam aksi damai bela islam antara lain : Ustd Nurhadi pembawa acara / host, Ustd Tengku Azhar Ketua Annas / Sekjen DSKS, Ustd Irfan S Awwas, Ustd Aris Munandar Ketua DDII Jateng, Ustd Muh Halim Pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam / mewakili NU Surakarta, Ustd Muinudinillah Ketua DSKS secara bergantian menyampaikan dakwahnya / melakukan orasi didepan peserta aksi.

Terkait, tuntutan Jaksa yang menuntut si penista dengan tuntutan 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun kembali membuat kaum muslimin terluka sehingga kaum muslimin pada umumnya merasa terpanggil untuk kembali menyuarakan hati nurani dan rasa keadilan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut kami kaum muslimin seluruhnya yang tergabung dalam bersama dewan Syariah Kota Surakarta menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Fakta Jaksa telah menuntut dengan tutukan sama dengan jadi membuat umat Islam kecewa dan Merasa dikhianati.
2. Jaksa telah mengabaikan kesaksian dari ketua MK padahal beliau yang lebih mengerti sikap keagamaan berkaitan dengan tindakan basuki Cahaya Purnama sipenista Al Quran dan ulama.
3. Meminta Komisi Kejaksaan untuk memeriksa jaksa penuntut umum karena patut diduga ada tekanan dan kepentingan lain selain penegakan hukum.
4. Mendukung majelis hakim untuk bersikap independen dan bisa memutuskan perkara kepada penista agama dengan hukuman maksimal.
5. Mengacu kepada putusan perkara serupa yurisprudensi seperti pada kamus majalah monitor arswendo atmowiloto yang mengaku tidak sengaja menista agama telah dihukum 4 tahun penjara maka Ahok dengan perbuatan menista agama dan tindakan memberatkan lainnya sangat layak diputus lebih dari 4 tahun.
6. Menyerukan kepada umat Islam untuk memegang teguh dan berusaha mengamalkan ajaran Islam dan hukum-hukumnya.
7. Menyeru kepada Muslimin untuk membangun kekuatan sosial dan politik agar mampu menghukum dan mengatur bangsa dan negara dengan keadilan sebab tanpa keadilan kekuasaan berubah menjadi tirai dan tanpa kekuatan keadilan tidak dapat ditegakkan.

Setelah disampaikannya pernyataan sikap dan diakhiri pembacaan do’a, aksi berlangsung aman kondusif.
Polresta Surakarta menerjunkan sekitar 500 personel dan di Back up oleh TNI di pimpin langsunh oleh Waka Polresta Surakarta AKBP Andi Rifai. Karena rute yang di lalui aksi adalah sangat panjanv maka pengamanan juga di lakukan oleh Polsek masing-masing seperti Kota barat di kendalikan oleh Kapolsek Laweyan Kompol Santoso. Jalan Slamet Riyadi di Kendalikan oleh Kapolsek Serengan Kompol.Giyono dan di Gladak di kendalikan oleh Pjs Kabag Ops Kompol Edison Panjaitan dan Kapolsek Pasar Kliwon AKP Suwandi.

IMG-20170428-WA0019

Untuk peserta yang langsung menuju di Gladak setelah Sholat Jumat di Masjid sekitar Gladak sebelum aksi mendatangi Kejaksaan Negeri Solo.

Kelompok yang mendatangi Kejaksaan Jumat 28 April 2017 pukul 14.00 wib adalah dari FPI antara lain Gus Nur , Ust Joko pimpinan FPI Solo, Fauzi dari BHF ( bantuan hukum Fpi ) serta 60 orang pengikut dari FPI Solo.

Pertemuan di Kejaksaan ini BHF Fauzi menuntut :
– BHF Tetkait penuntutan Ahok selaku bantuan hukum dari Fpi mencermati penuntutan dari jpu dng tuntutan 1 th penjara dng masa percobaan 2 tahun
itu mencidrai hukum .
– JPU sepertinya sudah memutuskan bkn tuntutan dan kita sudah tau itu nanti pasti putusannya percobaan dan JPU sudah memutus sebelum putusan
– Teori JPU menuntut independen tapi kita tahu kalau saat menuntut Ahok ada pertimbangam dari jaksa agung dan menurut kami itu sudah tdk independen.

Kami menuntut jaksa Agung agar mengundurkan diri dan agar Jaksa yg sperti itu di periksa dan di copot

Sementara Dari Gus Nur menegaskan :
– Jaksa sudah menciderai hukum copot Jaksa Agung
– Di Indonesia tdk ada pemimpin tapi penguasa kalau penguasa itu pasti detaktor
– Disolo aksi damai
– Kepada bu Yuliana Kapolsek kalau ada apa apa bukan dari FPI jangan dikit dikit FPI karena FPI itu damai.

Ust Joko Ketua FPI Solo mengungkapkan :
– Ingin Kejaksaan Surakarta bisa kita percayai orang Islam di Surakarta namun Kejaksaan di Jakarta udah tidak mempercayai oleh orang Islam di Jakarta
– Menuntut untuk Jaksa Agung agar dicopot

Sementara Dari Kajari Surakarta yang di sampaikan.langsung oleh Letua Kejaksaan Sumarjo , SH. MH sbb :
Semua aspirasi yang di sampaikan oleh para peserta akan disampaikan ke atasan saya mudah- mudahan apa yang bapak inginkan bisa terkabul ..

Guna mengantisipasi gangguan keamanan di Kejaksaan dinterjunkan satu pleton Dalmas Polresta, satu Regu dari TNI dari Koramil Jebres, Personil gabungan Polsek Jebres di pimpin oleh Kapolsek Kompol Juliana. B.R. Bangun , MH

Hinggga berakhir kegiatan berlangsung aman kondusif, setelah menyampaikan pernyataan sikap selanjutnya membubarkan diri menuju Gladag bergabung dengan masa yang dari Kota barat.

Penulis : Miun, Lilik
Editor. : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password