Dalam Tiga Bulan, 29 Kantong Peredaran Miras Dibongkar

Tribratanews.polri.go.id, Polrestabes Surabaya – melalui Unit Tipiring (Tindak Pidana Ringan), Satsabhara terus memelototi kantong kantong peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Kendati dalam tiga bulan terakhir (Pebruari – April 2017), mereka sudah berhasil menindak 29 titik peredaran miras berbagai jenis. Sebab, miras menjadi salah satu prioritas sasaran dalam Operasi Bina Kusuma 2017 yang saat ini tengah mereka gelar. Yakni mulai tanggal 1 hingga 30 April 2017 mendatang.

Bagaimana mereka mengantisipasi peredaran miras di Surabaya? Dan bagaimana pola para pedagang mendatangkan miras ke Surabaya? Dari informasi dan penelusuran Surabaya Pagi di lapangan. Polrestabes Surabaya menggerakkan semua satuan fungsinya untuk mengawasi, menindak hingga memberikan sosialisasi terkait miras. Pengawasan yang dimaksud adalah Polrestabes Surabaya mencari dan menerima informasi, baik dari internal maupun eksternal (warga) terkait peredaran miras. Jika sudah ada informasi tersebut, melalui Satsabhara, Polrestabes Surabaya langsung melakukan observasi ke lapangan.

Jika informasi tersebut benar, penindakan langsung dilakukan jika, pedagang miras tidak memiliki ijin serta miras yang ditemukan ditengarai berbahaya bagi nyawa konsumennya. Setelah melalukan penindakan, Unit Tipiring Satsabhara kemudian melakukan pendataan. Bahkan setelah itu, mereka bahkan memberikan pembinaan atau sosialisasi kepada para pedagang. Baik sistem ijin edar miras, maupun tentang bahaya miras.

“Operasi Bina Kusuma 2017 masih berlangsung. Salah satu sasarannya adalah peredaran miras. Hasilnya tentu belum kami total semuanya. Nanti pasti akan kami beberkan hasil operasi kali ini. Untuk miras, selain melakukan penindakan, kami juga rutin melakukan sosialisasi terkait bahaya miras pada konsumen,” tutur Wakasat Sabhara Polrestabes Surabaya, Kompol Sartono, yang juga sebagai Kasatgas III (Preventif) Ops Bina Kusuma 2017. Didampingi Kanit Tipiring, Ipda Satriyono.

Sementara itu, dari penelusuran Surabayaraya.com Pagi di lapangan. Para pengecer miras di Surabaya, mendapat miras miras tersebut, rata rata dari luar Kota Surabaya. Caranya, mereka memesan melalui telepon ke pengepul. Nah oleh pengepul, miras tersebut dititipkan kepada para sopir truk atau sopir bus dalam kemasan kardus. Sehingga pemesan (pengecer) bisa mengambilnya di terminal atau di titik titik tertentu yang disebutkan pengepul dari luar kota. Sistem inilah yang terus diputus rantainya oleh Polrestabes Surabaya.

Berikut data kantong kantong peredaran miras yang sudah ditindak dan kini masih dipantau oleh Polrestabes Surabaya, selama bulan Februari – April 2017 :

Jenis Miras : arak, cukrik, bir (bintang / guinnes), red lable, paloma, mansion, topi miring, jose cueryo, midori.

1). Sawahan : Lokasi : Putat Jaya dan Jarak Miras : Paloma, topi miring, Bir, Guinnes

2). Tegalsari, Genteng : Lokasi : Jalan Kaliasin, Jalan Pahlawan, Jalan Dinoyo, Jalan Kayoon Miras : Arak, Bir Bintang, Guinnes, Paloma

3). Gubeng : Lokasi : Jojoran, Jalan Bali, Jalan Ngagel Cangkir Miras : Arak cukrik, red leble

4). Sukolilo : Lokasi : Jalan Manyar Sabrangan, Jalan Semolowaru Miras : Arak cukrik, mansion, paloma

5). Simokerto, Tambaksari, Mulyorejo : Lokasi : Jalan Kenjeran, Jalan Tambaksari Miras : Bir bintang, guinnes, arak cukrik

6). Wiyung, Karangpilang : Lokasi : Jalan Balas Klumprik, Jalan Waru Gunung Miras : Arak cukrik

7). Dukuh Pakis, Sukomanunggal, Tandes : Lokasi : Jalan HR Muhammad, Jalan Manukan, Jalan Tubanan Miras : Jose Cueryo, Midori, arak,

8). Jambangan, Gayungan, Wonokromo Lokasi : Jalan Pagesangan, Jalan Jetis Wetan, Jalan Bendul Merisi Miras : Arak cukrik, arak

9). Benowo, Lakarsantri, Pakal : Didominasi arak dan arak cukrik

10). Rungkut, Tenggilis, Wonocolo : Arak dan cukrik

11). Bubutan Didominasi arak dan cukrik.

Penulis    : Devi

Editor      : Umi Fadhilah

Publish    : Sholeh hs

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password