Sinkronisasi Database Narapidana, Polda DIY Kerjasama dengan Kanwil Kemenkumham DIY

tribratanews.polri.go.id – JOGJA – Kapolda DIY Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) tentang sinkronisasi database Narapidana. Diharapkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama ini, pihak Kepolisian dapat mengetahui rekam jejak Narapidana setelah dia bebas dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

Ditemui Pewarta Tribrata News, Kakanwil Kemenkumham DIY Dewa Putu Gede, Bc.IP., SH., MH. mengatakan bahwa Kerjasama dengan Polda ini terkait dengan tukar informasi dan IT (sistem database permasyarakatan).

“Secara dini akan bisa mendeteksi terutama dari (pihak) Kepolisian tentang proses dari awal seorang tahanan sampai yang bersangkutan menjadi tersangka selanjutnya bebas. Dari pihak Kepolisian akan tahu data itu akan muncul (melalui database),” terangnya di sela – sela peringatan HUT ke 53 Bakti Permasyarakatan di Lapas Cebongan Mlati Sleman, Kamis (27/04/2017).

Dewa Putu menambahkan bahwa kerjasama Ini untuk pengawasan, untuk mengetahui ke mana yang bersangkutan setelah dan kapan dia bebas.

“Ini baru MoU, baru kita benahi, setelah itu (MoU) kita berlakukan. Kita akan terus benahi dan cek mana kekurangannya,” sambungnya mengakhiri.

Kapolda DIY Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. mengatakan bagaimana pun keamanan lapas adalah tanggung jawab Polri.

“Alhamdulillah selama ini Jogja aman. Akan tetapi, siapa tahu ada kebakaran di Lapas, kemudian pemindahan Warga Binaan. Kemudian juga ada hal hal yang lain misalnya ada keributan (di Lapas) kemudian juga teknik seandainya juga di Lapas ada keributan saya minta kordinasi yang baik dengan Kakanwil,” kata Kapolda.

“Masing – masing lembaga juga ada aturan mainnya dan juga terkait dengan saling tukar menukar informasi. Ini yang penting, karena ini juga terkait dengan database, terkait dengan narapidana yang residivis misalnya itu menjadi bantuan kami. Dia melakukan tindak pidana berkali kali, dia keluarnya Lapas kapan, kita bisa mengetahui. Selama ini kan kita tidak tahu kapan dia (narapidana) keluar. Tahu tahunya dia melakukan (tindak pidana) lagi. Nah kita mengantisipasinya seperti itu (dengan adanya MOU database tadi),” ujar Kapolda.

penulis : dheny
editor : Umi Fadilah
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password