Piterson Ditemukan Tewas di Perairan Laut Kampung Tulusan Sitaro

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Piterson Watulingas (44), warga Lindongan III Kampung Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro tewas saat mencari cumi-cumi di sekitar perairan laut kampung setempat, Rabu (26/04/2017) sekitar pukul 12.00 WITA.

Seorang saksi, Jerit Pontoh (48), warga Lindongan II menerangkan, sekitar pukul 11.00 WITA korban mendatangi rumah saksi untuk meminjam alat penangkap cumi-cumi. Setelah itu Jerit dan korban bersama-sama menuju laut.

Sampai di laut, keduanya berpisah. Jerit berada di sebelah selatan untuk mencari ikan sedangkan korban di utara untuk menangkap cumi-cumi. Ditambahkannya, kondisi air laut saat itu sedang surut dan tidak bergelombang.

Saksi lain, Aldi Mamiara (19) warga setempat mengatakan, sekitar pukul 12.00 WITA ia bersama 2 temannya mencari ikan di tempat yang sama. Sesaat setelah menyelam, dari jarak sekitar 4 meter, Aldi melihat sesosok pria dengan posisi berdiri di dalam air. Aldi lalu memberi kode dengan melambaikan tangan kepada korban namun tidak ada tanggapan.

Aldi segera keluar dari air dan memanggil kedua temannya untuk bersama-sama memastikan keadaan korban. Setelah mengetahui korban tewas, Aldi dan kedua temannya memberitahukan kejadian ini kepada Kapitalaung (kepala desa) setempat, Jedija lalisang, yang diteruskan dengan menghubungi Polsek Tagulandang melalui telepon.

Tak lama kemudian, personel Polsek Tagulandang bersama Camat Tagulandang, Jackson Baginda, Kapitalaung dan warga sekitar mendatangi TKP menggunakan perahu. Korban lalu diangkat dari dalam air dan dibawa ke tepi pantai serta mendapat pemeriksaan awal oleh dr. Rosalia Lasut bersama tim medis.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Tagulandang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan menunjukkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, mulut dan hidung mengeluarkan busa, mulut miring ke kanan dan lebam mayat di punggung dan dada atas.

Kapolres Sangihe, AKBP I Dewa Made Adnyana membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah,” jelasnya. “Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan,” pungkas Kapolres.

Penulis: Rony
Editor: Umi Fadilah
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password