Polres Wonosobo : Petir Menyambar Lagi. Seorang Petani Meregang Nyawa

tribratanews.polri.go.id, Wonosobo – Belum selesai kejadian 11 orang pendaki Gunung Prau yang tersambar petir hingga mengakibatkan 3 orang meninggal, Selasa (25/4), petir kembali menyambar sepasang petani di Desa Mungkung Kecamatan Kalikajar. Akibatnya Jasroni (62 Th) tewas sementara istrinya Iyem (59 Th) mengalami luka-luka.

Kades Mungkung, Amin Kurnianto, yang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Wonosobo menyatakan kronologi kejadiannya adalah sekitar pukul 14.00 Wib kedua korban sedang berada di ladang saat tiba-tiba hujan mengguyur. “Keduanya kemudian berteduh di gubug. Tak berapa lama, petir tiba-tiba menyambar, “ katanya. “Korban Jasroni langsung meninggal di tempat sementara istrinya yang mengalami luka ditolong oleh warga yang berada di sekitar lokasi,” lanjut Amin.

Sementara itu Kapolsek Kalikajar AKP Haryono yang turut mendatangi TKP bersama Tim Medis Puskesmas Kalikajar mengungkapkan korban Jasroni meninggal dengan sejumlah luka bakar di bagian punggung dan kakinya. “Untuk Iyem hanya mengalami trauma dan luka bakar ringan di bagian wajah. Selanjutnya mendapatkan perawatan dari petugas medis,” ujarnya. “Karena kejadian ini murni merupakan bencana, Korban meninggal langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang Kapolsek Kalikajar.

Dalam dua bulan terakhir, wilayah Wonosobo memang masih dilanda badai petir. Total sudah ada 5 orang yang meninggal dan 11 lainnya luka-luka akibat sambaran petir sejak Maret 2017. Hal tersebut diungkapkan Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono, S.H. yang ditemui di kantornya, Rabu (26/4) pagi. “Dari bulan Maret 2017 ada 3 kejadian sambaran petir yaitu di Kepil, Kejajar dan Kalikajar. Di Kepil 1 korban meninggal dan 2 luka. Di Kejajar, 3 korban meninggal serta 8 luka. Sedangkan di Kalikajar 1 orang meninggal 1 luka,” kata Kasubbag Humas.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat, berkaitan dengan situasi ini agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat terjadi badai petir. Dan apabila mencari lokasi berteduh agar memilih lokasi yang aman seperti bangunan permanen ataupun mobil yang tertutup serta tiak menggunakan alat elektronik,” himbaunya. “Namun yang terpenting, karena ini merupakan sebuah fenomena alam yang tidak bisa diprediksi, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan agar terhindar dari musibah,” tutupnya.

Penulis : Rahmad ZaZg

Editor : Umi Fadilah

Publish : By N2G

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password