Jaga Kedamaian di Solo : Kapolresta Surakarta Bersilahturahmi dengan Pimpinan Muhammadiyah

Tribratanenws.polri.go.id. Polresta Surakarta – Bersilahturahmi bisa mendekatkan hubungan kerja dan hubungam kekeluargaan sekaligus meredam suatu masalah . Karena pentingnya masalah ini maka Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo Selasa tanggal 25 April 2017 pukul 13.15 s/d 14.05 wib bertempat di ruang kerja pimpinan Muhammadiyah Kota Surakarta Jl Teuku Umar 25 Keprabon Banjarsari Surakarta telah bersilaturohim antara Polresta Surakarta dengan pimpinan Muhammadiyah Kota Surakarta.

Hadir dalam.silaturahmi ini adalah :
– Drs.H Subari Ketua Balai Muhammadiyah
– Kompol Bowo Haryanto kasat Intelkam
– Akp Pungky
– Akp purnomo
– Drs.H. Syamsudin bendahara
– Drs . H Wahid Ismono Ketua Majelis Tablik
-Ahmad Sukidi S.Ag.MAg Ketua Majelis Pembinaan Kader.

Dalam sambutanya Ketua Muhammadiyah H. Suebari menegaskan selamat bertugas di Surakarta dan terimakasih telah berkunjung ke Muhammadiyah, dari 13 pipinan muhammadiyah di Surakarta kami terpilih srbagai Ketua.

Muhammadiah bergerak di sosial pendidikan kesehatan pemuda Muhamadiah kokam memiliki keahlian silat tapak suci dan selalu bantu dalam bidang sosial penanggulangan bencana
Azis zakat dan ada juga yang mengenai masalah hukum.

Cabang ranting Muhammadiyah di Surakarta melebihi Kecamatan dan Kelurahan di Solo. Ada 7 cabang dan di banjarsari aj ada 3 cabang.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan :
1.Kami mohon doa restu agar bisa laksanakan tugas menjaga Kota Solo aman dan nyaman, kami titip Polres kami. Muhammadiyah tidak asing bagi saya karena bapak saya dulu di Muhamadiyah.

2. Dalam pengambilan keputusan mohon kami dikasih masukan saran kami mohon di hubungi bila dalam mengambil keputusan salah.

Dalam kesempatan ini juga Ketua muhamadiyah menambahkan bahwa kami begerak dibidang Pendidikan sosial misalnya pengobatan gratis kepada masyarakat serta menceritakan masalah sejarah Muhammadiyah yang antara lain masalah sejarah rumah sakit Muhamadiyah yang ada di wilayah bahwa bahwa PKU dulunya sinkatan dari Penolong Kesengsaraan Umum jaman sekarang jadi Kesehatan MPK ( Majelis Pembina Kesehatan). Jaman sekarang pendirian rumah sakit sulit Muhammadiyah telah buat sekolahan kampus dan rumah sakit di Kaltim belum dapat ijin.

Dalam suasana kekeluargaan ini juga Kapolres minta bantuan menyadarkan adanya kelompok yang mencari eksistensi dengan motif tertentu seolah – olah Solo tidak tenang harus dipantau khusus karena ulah oknum – oknum yang bukan warga Solo. Karena diluar Solo sorotan mengenai Solo kurang kondosif. Kami minta untuk membantu menyadarkan warga yang sering menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri, karena warga solo mayoritas warga Muhamadiyah maka mohon untuk membantu menyadarkannya.

H. Subari menambahkan bahwa orang yang belum punya identitas diri kalau di undang ndak mau datang. orangnya bukan orang Solo tapi selalu kegiatan di Solo di indentikkan, rakyat Solo, senang kekacauan sedangkan organesasi yg resmi seperti Muhammadiyah aja selalu toleransi.

Kapolres meminta nasehat untuk menangani masalah – masalah yang membuat rusuh di Solo yang bukan orang Solo. Kami selalu berbuat persuasip tapi kalau ndak bisa diarahkan danelanggar hukum ya harus kami tindak.
Mohon doa restu antara Polisi dan Muhamadiayah lebih sinergis. Program- program Polisi dan Muhamadiyah bisa bekerjasama karena ditingkat desa sudah berjalan dengan baik.
Penulis : Endang Sari
Editor.  : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password