Polres Magelang Mengamakan Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Siswa SMA TN

Tribratanews.polri.go.id Mungkid – Sidang kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara telah dimulai dengan sidang secara tertutup di pengadilan Negeri Klas 2 Kota Mungkid Magelang, selama persidangan mendapatkan pengamanan dari personil Polres Magelang. (25/4 )

Sidang perdana hari ini dengan tersangka AMR(16th ), didampingi ibunya dan penasehat hukumnya Agus Joko Setiono dan Sofyan dengan agenda pembacaan dakwaan, dilanjutkan pemeriksaan 6 saksi , teridiri dari 5 Pamong SMA Taruna Nusantara dan 1 saksi dari Reident Polres Magelang berlangsung selama enam jam.

Dari tim Penasehat ” Dari tim penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan pembelaan sehingga agenda langsung ke pembacaan Bapas,” ungkap Eko Hening Wardono Jaksa Penuntut Umum.

Menurut Eko Hening SH, karena proses peradilan anak masa penahanan selama 25 hari, sehingga untuk proses persidangan dilakukan secara maraton.  ” Kita akan manfaatkan semaksimal mungkin waktu yang terbatas ini sampai sidang keputusan,” tegasNya.

Eko Hening juga menambahkan isi berkas dakwaan bersifat alternatif dikenakan pasal 80 ayat 3 ,No 76 C Undang Undang no 35 Tahun 2014 perubahan dari Undang Undang no 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. ” Untuk ancaman hukuman maxsimal 15 tahun penjara tetapi ini dewasa,sedangkan untuk anak anak biasanya separonya,” pungkasnya.

 Dilain kesempatan Humas Pengadilan Negeri Eko Supriyanto menerangkan untuk agenda sidang berikutnya akan mendatangan 13 saksi dari siswa Taruna Nusantara esok hari. ” Saksi 13 siswa sekaligus akan di datangkan besok,dan untuk sidang terbuka dilaksanakan saat pengambilan putusan,” katanya.

 Titik Haryati Komisioner Kesehatan dan Napza Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan bahwa sidang sudah berjalan sesuai prosedur,dari pihak hakim dan jaksa karena ini terdakwanya seoarang anak di bawah umur. ” Kondisi anak juga dalam keadaan sehat,banyak bercerita dan lancar dalam menjawab pertanyaan,” katanya.

 “Untuk hak hak anak juga terpenuhi hingga sekarang, KPAI tidak mendampingi namun mengawasi proses berjalanan hukum sampai nanti setelah putsan, anak tersebut juga mengatakan menyesal atas perbuatanya dan siap bertanggung jawab menjalani hukuman,” tegasnya.

 ” Bukan hanya itu,anak tersebut juga pingin bertemu orang tua korban ataupun berziarah ke makam korban sebagai bentuk penyesalan dan pengormatan terhadap korban,” pungkasnya.

Penulis : Wahyu Humas Res Magelang.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password