Sat Reskrim Polresta Surakarta Berhasil Membekuk ” KOMBES POL” Gadungan

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta – Berawal dari Penangkapan Harry Nugroho yang mengaku anggota Interpol dan memiliki tanda kewenangan palsu yang katanya di dapat dari seorang anggota Polri berpangkat Kombes.
Berdasarkan informasi ini Sat Reskrim Polresta Surakarta membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku. Pengejaran hingga ke Jakarta dan Tangerang.

Pelaku yang disebut oleh Harry Nugroho bernama Zakaria anggota Polri berpangkat ” KOMBES” dinas di Mabes Polri anggota Interpol bagian Intel Reserse International.

Awal mula penangkapan pelaku adalah setelah 3 hari tim melakukan pengintaian di dapati pelaku berada disuatu tempat di jalan Puri Kencana di Restauran The Harbour (Hai Kang) yang atasnya digunakan untuk Misa bagi pengusaha-pengusaha yang beragama Nasrani. Tim berusaha masuk dan awalnya dilarang namun setelah mengaku sebagai anak buahnya pak Kombes Munizera Zakaria maka di ijinkan masuk. Dan kesempatan ini di manfaatkan untuk mengambil dokumen. Setelah selesai dan mau turun maka dilakukan upaya paksa penangkapan. Dan di situlah semua pengusaha yang ikut Misa mengetahui bahwa pelaku adalah Polisi Gadungan. Munizera Zakaria ini bekerja swasta dan lahir di Banjarmasin 54 tahun yang lalu.

Dari penangkapan ini di ketahui bahwa pelaku awalnya kontrak di jln MPR 1 No. 49 Rt 01/XI Cilandak dan tinggal.di Grand Serpong Residen A3 no 15 Tangerang Selatan.

Setelah di tangkap maka diperiksa di Polda Metro Jaya terkait dengan barang yang di gunakan dan di pakai. Kemudian di lakukan penggeledahan di dua lokasi yaitu di kantor Notaris Habit Masih,SH di Rawamangun Jakarta Pusat dan di tempat ini di dapati barang bukti terkait seragam Interpol.dan Polisi. Dan tempat kedua di rumah pelaku di dapati berbagai alat terkait Polisi seperti sepatu, pesawat HT, dan senter hazard.

IMG-20170425-WA0076

Seragam Polri dan perlengkapan Interpol Palsu yang di pakai menipu

Menurut keterangan tersangka hal ini dia lakukan hanya karena ingin memikat hati wanita pujaan hatinya. Dirinya nekat menjadi seorang polisi gadungan setelah berhasil berhubungan kembali dengan pujaan hatinya saat masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “karena dia seorang notaris dan terpandang, saya tidak mau kalah dan dianggap remeh. Makanya saya selama ini pura-pura menjadi seorang polisi,” ungkap tersangka

Agar dapat semakin meyakinkan,lanjut Munisera, dia biasa membeli seragam serta atribut-atribut kepolsian karena dijual bebas dipasaran. “saya biasanya beli seragam polisi di Pasar Senen dan saya baru dua tahun terakhir mengaku-aku menjadi anggota polisi,” ungkapnya lagi

Terkait identitas Interpol.dan tanda kewenangan palsu tersangka berkilah “jadi saya ini hanya perantara, yang buat Indentitas palsu ada orangnya lagi. Biaya Rp. 15 juta dan saya Cuma dapat komisi Rp. 2,5 juta. Saya juga tidak pernah menawari untuk membuatkan identitas palsu, tapi saya dimintai tolong,” tutur pria yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat alat-alat fitnes ini.

Namun, apapun alasannya, pelaku tetap terbukti melakukan kejahatan sebagai Polisi gadungan.

“jadi berhasil kita tangkap dari hasil pengembangan kasus sebelumnya. Saat ditangkap semua orang yang berada dilokasi bingung karena ternyata dikomunitasnya dirinya juga mengaku-aku menjadi anggota polisi,” ungkap Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi.

Pelaku sendiri dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pembuatan indentitas palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“untuk antisipasi, sesama anggota polisi pasti mengenal satu sama lain. Dan bila ada temuan seperti ini kita langsung berkoordinasi dengan Div Propam Mabes Polri untuk memastikan apakah itu benar anggota Polri atau bukan,” pungkas Agus mewakili Kapolresta Surakarat, AKBP Ribut Hari Wibowo.
Penulis : Sumarjo
Editor : Umi Fadilah
Punlish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password