Sebagai Konsultan Yang Solutif, Kapolres Bojonegoro Pimpin Rapat Antara Kontraktor Lokal dengan Rekanan EMCL

Tribratanews.polri.go.id – Polres Bojonegoro, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) sebagai objek vital nasional memiliki peran yang cukup stratagis dalam mendorong pembangunan nasional.

IMG-20170425-WA0012Adanya permasalahan sejumlah kontraktor lokal dengan rekanan EMCL di Proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 5 Banyuurip Blok Cepu, PT Hutama Karya (HK) yang belum membayarkan tunggakan pembayaran (invoice) kepada sejumlah kontraktor lokal dari 2015 sampai sekarang membuat Kapolres Bojonegoro turun tangan.

Pada Selasa (25/04), Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro mengadakan pertemuan di aula Parama Satwika Polres Bojonegoro yang dihadiri oleh Kalakhar Pamobvit AKBP Darsono, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso, Kasat Reskrim AKP Sujarwanto, Kasat Sabhara AKP Syabain, Kasat Binmas AKP Sri Ismawati, Kapolsek Gayam AKP Wiwin Rusli dan Perwira Pam Obvit AKP Supardi.

Dari kontraktor lokal antara lain, Hadi dari PT Jawa Express, Sandoyo dari CV Mitra Kinasih, Widodo dari CV Maharani, Pujianto dari CV Maharani, Sugianto pemilik Toko Air Minum, Tri Joko dari CV Jati Mas, Jaswadi dari CV Candra Kharisma, Gunawan pemilik Toko Awan Jaya, Yudiono dari CV Yogi Putra, Kamidin dari CV Prima Abadi dan Eko S dari CV SBS. Sedangkan dari pihak EMCL diwakili oleh Rexy Mawardi Jaya, Dave A. Seta, Harry KD dan Teguh H., dan dari SKK Migas diwakili oleh Erwin A dan Singgih P.

Diawal pembukaan mediasi, Kapolres mengharapkan kegiatan rapat seperti itu dapat digunakan sebagai momentum untuk menyampaikan permasalahan sehingga dapat diambil solusi.

“Kita sebagai konsultan yang solutif, di dalam memediasi permasalahan sosial seperti halnya permasalahan invoice, mari komunikasi yang baik dengan aparat keamanan, sehingga kita bisa mencari jalan keluar,” ucap AKBP Wahyu S Bintoro.

Menurut Kapolres, PT Hutama Karya (HK) sebagai salah satu pihak yang seharusnya bisa menjelaskan namun tidak dapat hadir. Karena pihak HK tidak hadir, Kapolres meminta para kontraktor untuk melengkapi data sebagai bahan pertemuan berikutnya.

“Mohon kiranya kontraktor lokal menyampaikan kepada kami secara rinci termasuk invoice, dan dokumen pendukung sebagai bahan kita untuk menindaklanjuti pada pertemuan selanjutnya,” ucap Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada peserta rapat agar masalah isu kontraktor tidak menjadi gangguan kamtibmas.

“Cek kembali kontraktor luar apakah sudah memberdayakan kontraktor lokal, semoga pertemuan ini sebagai titik awal komunikasi yang baik sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” pesan Kapolres.

Sementara itu salah satu perwakilan kontraktor, Hadi dari PT Jawa Exspress, mengatakan tunggakan yang belum dibayar oleh pihak HK pada perusahaan miliknya sebesar 1,5 miliar. Selama ini pihaknya sudah mengirim surat beberapa kali namun tidak pernah digagas oleh HK.

“Sudah pernah kirim surat tapi tidak pernah digagas, terakhir rapat di surabaya HK menjelaskan belum bisa membayar,” ucapnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso yang mendampingi Kapolres meminta kepada Kontraktor untuk menunjuk satu koordinator, sehingga apa yang disampaikan ada yang mengkompulir.

Dari Pamsus Obvit Polda Jatim AKBP Darsono, yang juga turut hadir sangat berterima kasih kepada Kapolres Bojonegoro yang memberi petunjuk jalan minimal ada titik terang HK dengan kontraktor lokal.

“Mari kita berdoa bersama dan bersabar menunggu keputusan berikutnya,”pesannya.

 
Penulis : Jokosembung
Editor : Umi Fadilah
Publish : Jokosembung

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password