Kasat Narkoba Polres Takalar Beri Pembekalan tentang Bahaya Narkoba kepada Siswa SMP dan SMA

Tribratanews.polri.go.id – Takalar Sulsel, Kasat Narkoba PolresTakalar AKP Zeim Arman, Membuka kegiatan Technical Meeting FDDC Tingkat SMP/Mts, SMA/SMK dan MA di Aula Bhayangkara Polres Takalar, Selasa (25/4/17) pukul 10.30 wita.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasat Narkoba di dampingi KBO Sat Narkoba Ipda Totok Rohyadi dan para Duta Anti Narkoba 2016, selain itu hadir pula Para Gura dan Wali tiap SekolahSMP/Mts/ SMA/SMK dan MA serta siswa Siswi perwakilan Sekolah.

Technical Meeting Fight Dangers Of Drugs Competition (FDDC) dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Lomba Mading 3D, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Debat Ilmiah, Lomba Standup Commedy dan Lomba Best Supporter  untuk tingkat SMP/Mts, sedangkan lomba untuk tingkat SMA/SKM/MA adalah lomba Mading 3D, Cerdas Cermat, Karya Tulis Ilmiah, Menulis Artikel, Akustik, Stand-up Commedy dan Best Supporter Se Kab. Takalar tahun 2017.

Peserta yang akan mengikuti Lomba tersebut adalah Para Duta-duta Tiap Sekolah yang telah tersaring/terpilih dan akan melaksanakan Lomba Tersebut pada Bulan Mei 2017 Mendatang di Baruga Karaeng Bainea Kab. Takalar.

Tehcnical Meeting FDDC mengambil Tema “Memproteksi Bahaya Narkotika era Kini Melalui Kompetisi Remaja Usia Produktif”.

Memerangi narkoba di Sulawesi Selatan ini dilakukan demi untuk menyelamatkan generasi muda bangsa ini. Pasalnya, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dikalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar generasi muda kapan saja.

Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja antara lain adalah : adanya perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak mempedulikan kesehatan diri, suka mencuri untuk membeli narkoba.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan generasi muda sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Penulis : Hendrik P

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password