Berantas Peredaran Narkoba, Polres Takalar Tangkap Dua Pria di Bontonompo

Tribratanews.polri.go.id – Takalar Sulsel, Sat Narkoba Polres Takalar Gencar melakukan Pencarian Pengedar maupun Pemakai Narkotika di wilayah Kab. Takalar, terbukti setelah melakukan penangkapan di Sanrobone, Sabtu 22 April  2017 sekitar jam 11.50 wita kembali berhasil mengamankan dua pria di dusun Bonto Baddo Desa Tindang Kec. Bontonompo Selatan Kab. Gowa yang merupakan hasil Pengembangan beberapa Pengguna Narkoba yang sudah Tertangkap.

Adalah Rudi Dg Ropu, 36 tahun, alamat dusun bonto Baddo Desa Tindang Kec. Bontonompo Selatan Kab. Gowa, pekerjaan  wiraswasta dan Diki Setiawan, 19 tahun, alamat jalan Ranggong Dg Romo Kel. Pappa Kec. Pattalassang Kab. Takalar.

Salah Satu dari Tersangka, Yakni Dg. Ropu di ketahui pernah terlibat Kasus Pencurian di Lamangkia Desa Topejawa Kec. Marbo bersama Anak Kades bategulung dan sempat ditahan 9 bulan, Dg. Ropu ketahuan Membuang Sesuatu di Selokan dekat Kamar Mandi Unit Sat Narkoba yang terekam CCTV Polres Takalar.

Bermula Rudi Dg Ropu meminta ijin ke penyidik untuk ke toilet, saat Kembali dari Kamar Mandi dengan pengawalan penyidik, Dg. Ropu membuang dompet warna Merah ke selokan yang terekan CCTV.

Penyidik segera melakukan Pencarian dan menemukan Dompet Warna Merah Berisikan 2 (Dua) Sachet Bening serbuk kristal yang di  duga Narkoba jenis shabu-shabu dengan berat sekitar 11,45 gram, atas kejadian tersebut terhadap diri pelaku di lakukan pemeriksaan lebih lanjut di Ruangan Sat Narkoba polres Takalar.

Upaya mengungkap kasus peredaran narkoba, serta melakukan penangkapan terhadap para tersangka narkoba yang dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Takalar merupakan upaya Polri dalam menindak tegas siapapun yang terlibat terhadap penguasaan barang haram tersebut. Upaya Polri mencegah peredaran narkoba ditempuh dengan upaya Pre-emtif dan Pre-ventif.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password