Ungkap Kasus Menonjol, Polres Bone Gelar Press Realese

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel,  Polres Bone dan Polsek Tanete Riattang gelar press realese pengungkapan kasus menonjol di Aula Mapolres Bone siang tadi, Jumat (21/4) sekitar pukul 14.00 Wita.

Press realese yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bone Akbp Raspani, S.Ik menjelaskan kepada awak media terkait keberhasilan Unit Reskrim Polres dan Polsek jajaran dalam mengungkap kasus menonjol yang kerap meresahkan masyarakat. Diantaranya Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian kekerasan (Curas) dan Pencurian pemberatan (curat).

Kapolres Bone yang didampingi Kabag Ops Kompol M. Asrofi dan Kasat Reskrim Akp Hardjoko menuturkan Dalam kurung waktu sebulan Polres Bone berhasil mengungkap 10 tersangka dari 11 laporan yang ditangani oleh unit Reskrim.

“Alhamdulillah dalam kurun waktu Maret hingga April 2017 kami berhasil mengungkap 10 tersangka dari 11 laporan yang ditangani unit reskrim,” tutur Raspani.

Dimasa kepemimpianan Raspani, dalam kurun waktu 11 bulan, Polres Bone berhasil mengungkap 38 kasus curat dari 50 laporan dengan mengamankan 48 tersangka, Curanmor dari 35 laporan berhasil mengungkap 26 kasus.

Namun, yang menjadi perhatian adalah kasus pembunuhan. Selama kepemimpinannya kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polres Bone sebanyak 13 kasus dan semuanya telah diungkap.

“Yang menjadi perhatian adalah kasus pembunuhan. Selama saya Kapolres, alhamdulillah 13 kasus berhasil di ungkap pelakunya.” Katanya

Akbp Raspani S.Ik yang mengalami pergeseran tak lama lagi akan menjabat sebagai Wadirpolair Polda Sulsel, dalam kegiatan tersebut memohon maaf atas  keterbatasan selama memimpin Polres Bone dan berterimakasih kepada awak media yang turut membantu mempublikasikan keberhasilan Polri.

“Saya di Polres Bone tinggal menunggu waktu, saya mohon maaf jika selama ini ada kesalahan dan kekhilafan saya, terima kasih pula kepada awak media yang turut membantu mempublikasikan keberhasilan Polri selama ini,” ujar calon Wadirpolair Polda Sulsel tersebut.

Bentuk-bentuk kejahatan seperti perampokan dengan kekerasan, jambret, aksi begal dan aksi kriminalitas jalanan tentu saja akan sangat berpengaruh pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena kejahatan-kejatahan inilah yang paling dekat dengan mayarakat, dan apabila dibiarkan akan menimbulkan ketakutan, perasaan tidak aman dalam masyarakat dan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari.

Kejahatan jalanan merupakan bagian terbesar dari angka statistik kriminalitas. Sistem Peradilan Pidana kita sangat disibukkan oleh “street crimes” ini. Mungkin sebagian besar dari aktivitas penanggulangan kejahatan oleh Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan berpusat pada kejahatan jalanan ini. Dan apabila kita melihat populasi Lembaga Pemasyarakatan, maka pelaku-pelaku kejahatan jalanan inilah yang memenuhi lembaga.

Meskipun realita diatas tidak serta merta menjawab apa yang menjadi permasalahan utama kejahatan di Indonesia, namun setidaknya, kejahatan jalanan telah memberikan andil yang besar dalam menimbulkan ancaman dan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk itulah perlunya polisi memiliki strategi yang tepat untuk terus menekan angka kejahatan jalanan ini. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa hulu dari kejahatan ini merupakan akibat masalah kehidupan sosial masyarakat kita yang amat pelik. Kita tidak dapat memandang masalah kejahatan jalanan dari segi hukum saja, tanpa memperhatikan aspek sosiologis dalam masyarakat.

Kejahatan jalanan merupakan kejahatan konvensional yang selalu mewarnai kehidupan sosial masyarakat kita. Di kota besar seperti Jakarta, hampir dapat dipastikan setiap hari terjadi kejahatan semacam ini.  Meskipun kejahatan ini sifatnya konvensional namun penyebab bentuk kejahatan ini tidak sederhana lagi. Sehingga polisi dalam hal ini tidak dapat bekerja sendiri untuk memerangi kejahatan jalanan ini.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password