Mengais Rejeki di Laut Talaud

taksi lautt

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulut – Akson Timpua atau akrab dipanggil dengan Aso, lelaki asli Melonguane berusia 16 tahun ini merupakan salah satu dari puluhan orang yang berprofesi sebagai sopir taksi laut, yang melayani rute Melonguane – Lirung.

Ditemui di pangkalan taksi laut, seputaran Panorama, samping Pelabuhan Melong, pria ini mengaku meninggalkan sekolahnya untuk bekerja membantu orang tua. “Kami 3 bersaudara, dua adik saya sedang sekolah, saya bekerja membantu orang tua untuk biaya sekolah adik saya, sedangkan bapak saya hanya seorang tukang,” jelasnya.

Aso sendiri hanya bersekolah hingga SD, dan karena kehidupannya setiap hari berhadapan dengan laut, mau tak mau diapun berusaha beradaptasi dengan laut dan mencari nafkah di laut.

“Saya bekerja mulai pagi, sehari bisa 3 sampai 4 kali bolak balik Melong – Lirung. Saya dapat gaji bulanan antara 2 sampai 3 juta per bulan,” kata Aso.

Sementara itu dijelaskan juga, waktu tempuh kapal dengan kapasitas mesin 40 PK yang dikemudikan Aso melintasi selat antara Melong dan lirung mencapai 15 hingga 20 menit. Sementara tarif satu orang dikenakan sebesar 30 ribu per orang.

Taksi laut ini merupakan moda transportasi yang dipakai masyarakat Talaud untuk melakukan aktifitas keseharian seperti ke kantor, ke pasar bahkan ke sekolah.

Namun sayang pantauan Tim TB News saat berada di Pantai Panorama Melong, Selasa (18/4/2017), tidak disiapkan dermaga khusus untuk kapal taksi laut ini berlabuh.

Penulis: Pri
Editor: Umi Fadillah
Publish: Pri

Admin Polri46857 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password