Nyaris Kapolres Sarolangun Jadi korban Penikaman saat Bubarkan Aksi Unjuk Rasa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jambi, Aksi Unjuk Rasa warga Desa Karang Mendapo (karmen), kecamatan Pauh ke Pengadilan Negeri Sarolangun berakhir anarkis, Kamis (20/4). Sejumlah pendemo dan aparat keamanan mengalami luka.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut peserta aksi memohon penangguhan dan/atau pengalihan penahanan Sdr. Muhammad Rusdi yang ditahan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sarolangun dalam perkara dugaan penggelapan dana koperasi Tigo Serumpun dan mempertanyakan mengapa hingga saat ini pihak PN. Srl blm memberikan kepastian jawaban/tanggapan atas permohonan penangguhan sdr. Rusdi

Situasi mulai memanas saat pendemo meminta masuk bertemu Ketua Pengadilan Negeri Namun Pihak humas Pengadilan Negeri meminta hanya 10 perwakilan yang boleh masuk Namun massa menolak dan terus berusaha masuk gedung Pengadilan Negeri Sarolangun dan dibantu dengan orasi yang memprovokasi menerobos blokade polisi sehingga terjadi aksi saling dorong, salah satu korlap melempar bendera dengan gagang bambu yang ujungnya runcing sehingga mengenai salah satu personil Polres Sarolangun a.n. Brigadir Reno yang menyebabkan luka robek pada bibir dan segera dilarikan ke RSUD Chatib Quzwain.

a7066099-03d8-4544-8f9e-5ee2adbdd174

Beberapa saat kemudian terlihat salah seorang massa yang membawa senjata tajam dan mencoba mengarahkan kepada Kapolres Sarolangun namun terlihat oleh personil Polres Sarolangun dan segera diamankan walau mencoba melakukan perlawanan dan dilakukan upaya membubarkan aksi unras oleh Personil Polres Sarolangun dengan mengamankan 7 orang peserta unras untuk dilakukan pemerriksaan.

Usai membubarkan diri para pendemo kembali ke Desa Karang mendapo dan melakukan aksi tutup / blokir jalan Sarolangun – Jambi lalu Kapolres Sarolangun bersama personil dengan di backup Pasukan Brimob yang standby di desa karmen mendatangi massa yang memblokir jalan dan memerintahkan secara persuasif massa untuk membuka jalan karena mengganggu ketertiban umum dan massa pun membubarkan diri.

Kapolres Sarolangun AKBP Budiman B. P. S.H. S.I.K. M.H. saat dikonfirmasi dilapangan menyatakan benar telah membubarkan unras tersebut karena telah melakukan aksi anarkhis. Untuk 7 orang provokator unras anarkhis yang diamankan di Polres tengah dalam proses penyidikan, pungkas Kapolres

baca juga : Kapolres Sarolangun Nyaris Tertikam, Saat Membubarkan Unras Anarkhis di Kantor Pengadilan Negeri

Penulis : Andri

Editor : Umi Fadilah

Publish : Indra gunawan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password