Polisi Peduli, Satlantas Polres Soppeng Berinisiatif Menambal Jalan yang Berlubang

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Jalan yang rusak di Soppeng tidak luput dari sorotan masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan berlubang.

Seperti di Jalan Warue Kecamatan Lalabata Soppeng, jalur lurus namun berlubang ini tentu sangat rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Mencegah kemungkinan buruk jalan rawan laka lantas, Kasat Lantas Polres Soppeng Akp Muhammad Yusuf, S.Sos bersama personilnya, mengambil inisiatif untuk melakukan penambalan jalan sementara.

bersama dengan masyarakat setempat Kasat Lantas melaksanakan perbaikan jalan berlobang dengan material tanah timbunan.

Akp Muh. Yusuf Mattara, mengungkapkan bahwa Sat Lantas Polres Soppeng telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yaitu dinas PU Bina marga yang nantinya diteruskan ke P2JN, karena jalur ini merupakan jalur trans provinsi.

Apa yang dilakukan oleh Satlantas Polres Soppeng untuk menambal jalan yang berlubang merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas.

Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warga negara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password