Polres Landak Amankan Pelaku Cabul

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Landak, Kepolisian Resort Landak berhasil mengamankan seorang pelaku pencabulan berinisial PS (40) yang merupakan warga Plasma 1 Dusun Ampar Saga, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.

Kapolres Landak melalui Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim BRIPKA Elang Jayadi menjelaskan penangkapan tersebut berdasarkan pada Laporan Polisi yang dilaporkan warga yang berinisial MA dengan nomor LP/ 46-B / IV / 2017 / Kalbar / Res Landak tanggal 17 April 2017, dengan korban yang berinisial SL.

Elang menjelaskan bahwa PS merupakan suami kedua dari MA dan SL merupakan anak dari MA dari pernikahan suami pertama, “jadi SL merupakan anak tiri PS” jelas Elang

Dari hasil pemeriksaan, MA menceritakan kejadian bermula dirumahnya di Plasma 1 Dusun Ampar Saga, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak pada tanggal 7 februari 2017  sekira pukul 04.00 wib MA bangun tidur dan pergi kedapur untuk memasak nasi dan membuat kue, namun sekira pukul 05.00 MA mendengar suara rintihan anaknya (SL) dari dalam kamar yang memang tidur dengan PS.

merasa curiga MA menunju kamar dan mendapati PS sedang melakukan perbuatan cabul terhadap SL, atas kejadian itu MA datang ke Polres Landak untuk melaporkan kejadian tersebut.

pada saat dimintai keterangan, SL mengakui bahwa perbuatan cabul yang dilakukan ayah tirinya tersebut sebenarnya sudah dilakukan sebanyak 3 kali, yang mana perbuatan pertama dilakukan pada saat SL berusia 3 tahun

Dan perbuatan perbuatan kedua dilakukan sekira awal februari 2017 kemarin sampai akhirnya yang ketiga kali diketahui oleh ibunya (MA).

Elang sangat menyayangkan kasus tersebut dikarena PS tega melakukan hal demikian terhadap anak tirinya, “Jadi saya mengharapkan kepada kita semua terutama orang tua untuk tetap terus memberikan pengawasan terhadap anak anaknya,” pinta Kanit

“untuk kasus tersebut pelaku dapat dijerat pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang – undang No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun pejara,” terang Elang

Penulis : Faldini Kholdi
Editor    : Umi Fadillah / Sugeng.hs
Publish : Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password