Kapolsek Nimboran Hadiri Sosialisasi Tentang Tanah Transmigrasi Kampung Karya Bumi

tribratanews.polri.go.id Polda Papua, Jayapura – Polres jayapura. Bertempat dibalai kampung Karya Bumi Distrik Namblong telah diadakan Sosialisasi hasil pertemuan dengan kementrian desa tertinggal dan transmigrasi tentang tanah tarnsmigrasi kampung karya bumi distrik namblong. selasa (18/4/2017)

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kapolsek Nimboran Ipda Adrianus Lette, Danramil Nimboran Kapten Inf. Ahmad Yadid, Ketua Tim Penyelesaian tanah tansmigrasi kampung karya bumi distrik namblong Bapak Bernadus Sagrangwai, Kepala kampung karya bumi Bapak Rasino, Kanit sabhara sek nimboran bripka Maikel Arebo dan masyarakat hak ulayat karya bumi sekitar 50 orang.

Kapolsek nimboran Ipda Adrianus Lette menyampaikan ” sosialisasi kali ini apapun hasil yang akan disampaikan oleh ketua tim kita harus terima karena proses ini sangat panjang, saya harapkan sudah tidak ada pemalangan lagi dari kelima suku Kaitemung Hamong karena proses ini begitu panjang pengurusannya”, ucapnya

“Ditambahkan juga agar tanah transmigrasi ini sudah lama dan prosesnya sangat panjang semoga bisa mendapat hasil yang baik dan kami dari pihak kepolisian berkewajiban mengawal proses ini agar dapat penyelesaian yang baik”, tegasnya kapolsek nimboran.

Penyampaian Bapak Bernadus Sagrangwai selaku ketua tim penyelesaian tanah transmigrasi karya bumi “bahwa tanah di karya bumi dan besum bukan tanah transmigrasi, ini merupakan tanah interland yang dijadikan sebagai tanah transmigrasi, jika tanah ini tanah transmigrasi maka tidak akan dibayar, kita patut bersyukur karena tanah kita merupakan tanah interland makanya bisa dibayarkan oleh pemerintah, proses masalah tanah ini dari tahun 2013 begitu banyak rintangan dan permasalahan yang kita lewati”, ucapnya.

“Dari Dirjen Transmigrasi telah membuat tim untuk penyeselaian masalah tanah transmigrasi dikampung karya bumi dan akan dilaksanakan pada tahun ini, karena semua dokumen baru diserahkan ke dirjen kementrian transmigrasi dengan harga Rp. 198.500.000.000,- (seratus sembilan puluh delapan milyard lima ratus juta rupiah) dengan rincian Rp. 50.000,- per meter persegi dengan luas tanah 397,18 Ha”, jelasnya.

 

Penulis         : Andi
Editor          : Umi Fadilah
Publish        : Simson C F. ayer

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password