Tiga Komplotan Pencuri Kabel Tower di Barru Akhirnya Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Barru Sulsel, Satreskrim Polres Barru berhasil membekuk tiga komplotan pencuri kabel PT Telkom yang melibatkan warga yang berdomisili diluar Wilayah Hukum Polres Barru.

Ketiga pelaku berinisial Re (18) warga Kelurahan Bonto Nompo, Kel. Rappo Kaleleng Kab.Gowa, Ru (24) warga Desa Bonto Nompo Kab.Gowa, Ka alias Kandi (35) warga Kecamatan Borong Tala, Kab. Gowa.

Pihak kepolisian Resort Barru menangkap komplotan tersebut saat pelaku melakukan aksi pencurian di Desa Pancana Kecamatan Barru, Senin (17/04/17) dini hari. Ketiganya hendak mencuri kabel tower milik PT Telkom.

Menurut  komplotan tersebut mereka biasanya melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Barru dan sudah mencuri kabel tower sebanyak 3 kali.

Mereka lebih memilih kabel tower karena sebagai target utama pencurian karena lebih mudah dan lebih aman dari amukan massa.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang curian berupa 2 buah gergaji besil, 1 buah mobil Avanza Hitam, 2 gulung kabel hasil curian.

Pelaku diancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian.

Faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pencopetan, jambret dan lainnya dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri54510 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password