Tampil Memukau, Inilah Sosok Polwan Pengucap Tribrata Pada Upacara HKN

Artikel, Tampil Memukau, Inilah Sosok Polwan Pengucap Tribrata Pada Upacara HKN1

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) tanggal 17 April 2017 kemarin berlangsung dengan hikmat dan lancar.

Pada bulan April ini yang bertindak selaku pelaksana Upacara yaitu dari Kepolisian Resort Bone yang dikepalai oleh AKBP Raspani, S.Ik dan sekaligus bertindak selaku inspektur upacara (Irup).

Namun ada yang unik pada kegiatan Upacara yang dilaksanakan rutin setiap bulan tersebut. Setelah pembacaan Pancasila oleh Irup dan ditirukan oleh seluruh peserta upacara, tampil di depan Irup empat orang yang ditunjuk untuk Pembaca Pembukaan UUD 1945, Pengucap Sapta Marga, Pengucap Tribrata, dan Panca Prasetya Korpri.

Terlihat di sana tampil sendiri sosok wanita pada pengucap Tribrata yang merupakan pedoman hidup Kepolisian.

Kasat Sabhara Polres Bone Ajun Komisaris Polisi Syahring selaku Perwira Upacara mengatakan bahwa, “kita tampilkan berbeda dengan upacara upacara sebelumnya yakni Polwan untuk menunjukkan kemampuannya,”.

Polwan tersebut adalah Bripda Aulia Agustarini yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Bone.

Personil Polri kelahiran Ponre Waru tanggal 14 Agustus 1997 ini, mengucapkan Tribrata kata demi kata dengan tegas dan lancar, sangat hikmat sehingga menyentuh hati para peserta upacara khususnya anggota Polri yang menjadikan Tribrata sebagai pedoman hidup.

Menempuh pendidikan kepolisian di Sepolwan pada tahun 2015/ 2016 membuatnya menjadi pribadi yang dewasa dan berkarakter baik, ini diungkapkan oleh rekan rekannya di Satuan Sabhara Polres Bone

Dikonfirmasi terpisah, Aulia mengatakan “Saya hanya selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap tugas tugas yang saya emban,” tuturnya.

Berikut isi Tribrata :

Kami Polisi Indonesia

1.Berbakti Kepada Nusa dan Bangsa Dengan Penuh Ketaqwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa.

2.Menjunjung Tinggi Kebenaran, Keadilan dan Kemanusiaan dalam Menegakkan Hukum  Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945.

3.Senantiasa Melindungi , Mengayomi dan Melayani Masyarakat dengan Keikhlasan untuk Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban.

Tribrata dalam pengertian lama merupakan dua kata yang ditulis tidak terpisahkan. Tri artinya tiga dan brata / wrata artinya jalan / kaul. Maka artinya adalah tiga jalan / kaul.

Sedangkan tribrata dalam pengertian baru telah menjadi satu sukukata Tribrata yang artinya Tiga Azaz Kewajiban.

Maka dalam pengucapannya pun tidak boleh lagi ada pemenggalan kata antara Tri dan Brata (Tri — Brata) melainkan menjadi satu ucapan kata yaitu Tribrata.

Tribrata adalah nilai dasar yang merupakan pedoman moral dan penuntun nurani bagi setiap anggota Polri serta dapat pula berlaku bagi pengemban fungsi kepolisian lainnya.

1.Kami Polisi Indonesia, mengandung makna sebagai berikut :

  1. Bahwa kita Polisi Indonesia adalah berketuhanan Yang Maha Esa, berbangsa Indonesia, bernegara Indonesia dan bermasyarakat Indonesia.
  2. Kita harus bangga bahwa kita menjadi Polisi Indonesia, Polisi Indonesia yang bangga dengan bangsanya, negaranya dan masyarakatnya.

Bangga menjadi Polisi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangga menjadi Polisi yang selalu setia kepada Pimpinan Polri dan Negara. Juga harus bangga menjadi Polisi yang senantiasa berani bertanggung jawab atas apa yang rnenjadi tugasnya.

  1. Merupakan pernyataan ikatan jiwa korsa yang kuat antar sesama anggota Polri, untuk selalu memupuk kebersamaan merasa senasib sepenanggungan. Dengan tidak saling menjungkirbalikkan antar sesama anggota hanya karena kepentingan pribadinya.
  2. Merupakan pernyataan netralitas kita anggota Polri artinya tidak berpihaknya kita anggota Polri terhadap urusan politik atau kebijakan pemerintah ataupun dalam berbagai perkara yang kita tangani baik secara institusi maupun pribadi, sepanjang kita masih menjadi anggota Polri.
  3. Brata Pertama: Kami Polisi Indonesia berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mengandung makna sebagai berikut:
  4. Kita adalah Polisi sekaligus juga sebagai hamba Tuhan. Maka ketika kita melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai anggota Polisi disaat itu juga kita harus ingat dan sadar bahwa Tuhan selalu bersama kita dan sedang mengawasi apa saja yang kita kerjakan. Maka jadikanlah tugas kita itu sebagai bagian amal ibadah kita kepada Tuhan.
  5. Kita harus memiliki nilai nasionalisme dan kebangsaan, dalam arti bahwa dalam tugas kita haruslah mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan.
  6. Kita polisi Indonesia adalah Polisi bangsa Indonesia, Polisi negara Indonesia dan bukan sebagai alat politik atau alat pemerintah.
  7. Brata Kedua: Kami Polisi Indonesia menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, mengandung makna :
  8. Bahwa kita anggota Polri adalah aparat negara sebagai penegak hukum, haruslah siap menegakkan hukum baik terhadap diri pribadi maupun orang lain/masyarakat.
  9. Haruslah kita ketahui bahwa negara kita adalah negara hokum bukan negara kekuasaan.
  10. Bahwa kita anggota Polri harus sanggup dan mampu untuk selalu menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan dengan membela yang benar dengan kebenarannya serta kita harus menghargai dan menghormati hak-hak orang lain.
  11. Kita anggota Polri harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kita kepada masyarakat, bangsa dan negara.
  12. Kita anggota Polri harus mengakui bahwa negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  13. Brata Ketiga : Kami Polisi Indonesia senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban, mengandung makna :
  14. Bahwa kita anggota Polri harus selalu siap melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan, tanpa paksaan siapapun serta tanpa adanya kepentingan apapun kecuali karena tugas dan tanggung jawab semata.
  15. Bahwa kita anggota Polri secara umum tugasnya adalah sebagai Pelindung dan Pelayan masyarakat.
  16. Masyarakat adalah sentral/pusatnya dimanapun kita anggota Polri mengabdikan diri.
  17. Antara kita anggota Polri dan masyarakat yang kita layani adalah sejajar dimata hukum dan perundang-undangan negara. Artinya kita tidak boleh semena-mena dan semaunya sendiri, kita tidak boleh menganggap bahwa masyarakat itu bodoh dan lain-lain. Akan tetapi jadikanlah masyarakat itu sebagai mitra dalam ketertiban, kenyamanan, keamanan dan penegakkan hukum.

Penulis : Apri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password