Demo Jalan Rusak, Walikota Jambi Mediasi Warga dan Pertamina

Tribratanews.polri.go.id – Polresta Jambi. Kedatangan seorang kepala daerah sekaliber Walikota, ternyata tidak hanya ditunggu pada kegiatan yang bersifat seremoni dan formalitas semata yang notabene dalam kondisi normal, seperti acara peresmian suatu gedung atau tempat. Hal tersebut juga ternyata berlaku pada yang kondisi genting dan berpotensi anarkis, seperti kejadian yang terjadi Senin pagi (17/4) di kawasan Kelurahan Kenali Asam Bawah Kecamatan Kotabaru.

IMG-20170417-WA0198

Gabungan warga 5 RT (RT 12, 13, 14 Kenali Asam Bawah dan RT 01 Kenali Asam Atas), memblokir Jalan Lirik dengan bambu. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Kantor Pertamina EP Asset 1 Field Jambi. Aksi masyarakat tersebut merupakan puncak dari kemarahan dan kekesalan warga terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki sejak lama. Terhitung sejak tahun 2013 jalan tersebut sudah dalam kondisi hancur dan sangat menggangu aksesibilitas masyarakat yang melewatinya.

Sejatinya pada tahun 2014 lalu masyarakat telah melayangkan protes kepada pihak Pertamina selaku pengguna utama jalan tersebut bagi operasional perusahaan mereka. Namun sampai saat ini, menurut masyarakat tidak ada respon apapun yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Oleh karenanya masyarakat yang sudah habis kesabarannya memutuskan untuk memblokir jalan tersebut.

Tidak hanya memblokir, warga pun memaksa masuk kedalam kantor Pertamina yang berada dikawasan tersebut untuk bertemu langsung menyampaikan aspirasi dan meminta kepastian terkait dengan perbaikan jalan tersebut kepada jajaran pimpinan Pertamina Jambi. Namun upaya warga tersebut dihalangi oleh pihak berwajib. Dalam kondisi yang mulai memanas tersebut, Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha datang untuk memfasilitasi dan melakukan mediasi antara warga dan pihak Pertamina.

Wali Kota Fasha dan masyarakat akhirnya diterima oleh pihak Pertamina. Setelah mendengar aspirasi masyarakat, Wali Kota Fasha yang terkenal bijak dan tegas dalam bertutur tersebut menyampaikan beberapa hal kepada pihak Pertamina.

“Saya mewakili masyarakat meminta ketegasan pihak Pertamina untuk menetukan sikap apakah akan memperbaiki jalan tersebut atau menyerahkannya kepada kami (Pemkot. red) untuk kami perbaiki dengan dana kami. Kami beri waktu 1 minggu kepada Pertamina untuk menentukan sikap. Apabila dalam batas waktu tersebut masih tidak ada ketegasan dari pihak Pertamina, maka jalan tersebut akan kami ambil alih dan akan kami bangun sendiri”. Tegas Fasha.

Menurut Fasha, jika pihaknya yang membangun jalan tersebut, makan berlaku ketentuan Perwal Kota Jambi yang mengatur tentang pembatasan tonase kendaraan yang dapat masuk kotam. Rupanya menurut Fasha, sejak tahun 2014 pihaknya telah melakukan upaya persuasif kepada Pertamina terkait permasalahan jalan yang memiliki panjang 2,1 km tersebut, namun memang tidak ada tindak lanjut yang kongkrit selama ini.

Akhirnya seiring dengan makin banyaknya keluhan dan aspirasi masyarakat, pihak Pemkot Jambi pada APBD-P 2017 atau APBD 2018 berinisiatif akan mengganggarkan pembangunan jalan tersebut dengan atau tanpa persetujuan pihak Pertamina.

Langkah tersebut diambil untuk kepentingan yang lebih besar dampaknya bagi kepentingan masyarakat banyak didaerah tersebut. Pihak Pemkotpun telah mempersiapkan detail RAB pembangunan jalan tersebut yang dapat di gunakan oleh Pertamina jika mereka akan membangun sendiri jalan tersebut.

Editor : Umi Fadilah

Publish :Alam /Veri

Sumber : Humas Pemkot Jambi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password