Dua Kelompok Yang Bertikai di KM 11 Lakukan Prosesi Adat Perdamaian

Tribratanews.polri.go.id.- Polda Papua – Polres Mimika.- Masyarakat Kampung Kadun Jaya km 11 Distrik Wania khususnya kelompok jalur 3 dan jalur 1 hari ini (12 / 4) lakukan prosesi adat perdamaian guna tuntaskan permasalahan yang selama ini terjadi.

Prosesi adat perdamaian ini dilaksanakan oleh kelompok masyarakat pihak jalur 3 dan jalur 1 terkait permasalahan di tahun 2016 yang sebelumnya kedua kelompok tersebut terlibat aksi saling serang dan belum adanya proses perdamaian, saat ini antara pihak kelompok jalur 3 dan jalur 1 telah menyatakan siap untuk menyelesaikan masalah tersebut dan berdamai.

Pertemuan antara kelompok pihak jalur 3 dan kelompok pihak jalur 1 sebelum dilaksanakannya prosesi adat perdamaian sesuai kesepakatan terdapat 7 Tahapan proses adat yang harus dilalui dan tahapan pertama harus dilalui setelah pertemuan ini berlangsung.

Pelaksanaan prosesi adat perdamaian ini dimaksudkan untuk membuka ikatan adat serta membuang aura-aura negatif selama pertikaian berlangsung yang dianggap masih membelenggu masyarakat yang ikut bertikai.

Tahapan – tahapan tersebut semua harus terlewati dan dijalankan agar nantinya tidak terdapat musibah yang dapat menimpa masyarakat khususnya yang terlibat dalam pertikaian.

Hal ini dilakukan setelah adanya penandatanganan surat pernyataan serta permintaan penangguhan penahanan kepala perang Sdr. Arik Engga Ubruangge (waimum) dan beberapa orang lainnya yang dianggap dapat melaksanakan prosesi adat perdamaian tersebut, yang ditujukan langsung kepada Kapolres Mimika oleh para tokoh adat dan pihak masyarakat.

Kepala perang dan beberapa orang lainnya yang telah dikeluarkan sementara (bon tahanan) setelah melakukan prosesi adat perdamaian tetap akan kembali menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku hal ini disampaikan oleh Kapolres Mimika AKBP Viktor D Makbon melalui Kapolsek Mimika Timur AKP Florensin Y Nari, SH di sela-sela pertemuan rencana prosesi adat perdamaian dilaksanakan di pihak kelompok jalur 3.

Mendengar penyampaian dan penjelasan Kapolsek Mimika Timur pihak masyarakat, keluarga Korban dan para tokoh yang hadir dapat memahami serta akan mematuhi keputusan hukum yang ada, namun adanya pernyataan dan penjelasan dari pihak tokoh masyarakat Sdr. Deni Lokbere yakni dalam aturan adat kepala perang tidak dapat digantikan maupun menggantikan karena  dialah yang bisa menjalankan aturan adat tersebut sehingga diharapkan adanya kebijakan dari pihak Kepolisian dalam menyikapi hal ini.

Atas penyampaian dan penjelasan itu Kapolsek Mimika Timur melakukan koordinasi sekaligus menyampaikan kepada Kapolres Mimika sehingga pelaksanaan prosesi adat perdamaian yang dipimpin langsung oleh Sdr. Arik Engga Ubruangge (kepala perang) dapat terlaksana dengan aman dan tertib dengan pengaman oleh pihak Kepolisian yang melakukan giat pengamanan dan penyekatan di lokasi kampung Kadun Jaya km 11.

Penulis: Lusiyadi

Editor: Umi Fadilah

Publish: Victor Merani

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password