Peserta Seleksi Penerimaan Polisi Tandatangani Pakta Integritas Bersih dari KKN di Medan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sumut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Dr H Rycko Amelza Dahniel M.Si pimpin acara penandatanganan Pakta Integritas dan Pembacaan Maklumat Dalam Rangka Penerimaan Akpol, Bintara dan Tamtama Polda Sumut TA. 2017 pada Senin tanggal 17 April 2017 pukul 07.30 WIB bertempat di Stadion Teladan Medan. Sebelum penandatanganan Pakta Integritas tersebut, pada tanggal 10 April 2017, Kapolda Sumut telah terlebih dahulu membuat Maklumat No : Mak/01/IV/2017 tentang penerimaan calon anggota Polri TA. 2017 yang Bersih, Transparan, Akuntabel Dan Humanis (BETAH), bebas dari Korupsi, Kolusi, Konspirasi dan Nepotisme (K3N).

Acara penandatanganan Pakta Integritas tersebut juga turut dihadiri oleh  Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto, Para Pejabat Utama, Para Orangtua Casis dan Para Casis yang berjumlah 6.274 orang.

Kabid Humas Polda Sumut mengatakan acara tersebut dimulai dengan pembacaan Pakta Integritas dari Panitia seleksi penerimaan anggota Polri yang dibacakan Kompol Rosyid Hartanto, SH.,Sik.,MH. “Sementara perwakilan Pakta Integritas perwakilan orangtua/wali peserta seleksi penerimaan anggota Polri TA. 2017 diwakilkan Indra J. Girsang dan Pakta Integritas peserta seleksi penerimaan anggota Polri TA. 2017 diwakilkan Andi Gumala (peserta seleksi).” Ujar Kombes Rina.

Kapolda Sumut dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penerimaan Polres dan Polda selama proses penerimaan dapat berjalan baik dan lancar. Begitu juga kepada para peserta seleksi dan orangtua/wali atas kehadirannya dalam rangka penandatanganan Pakta Integritas penerimaan calon Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polda Sumut TA. 2017.

WhatsApp Image 2017-04-17 at 11.55.39

“Pada tahun ini pendaftaran awal dilakukan secara online yang dibuka sejak tanggal 14 Maret s/d 15 April 2017, untuk penerimaan anggota Polri TA. 2017 Polda Sumut dan Panbarim di seluruh jajaran telah berupaya mensosialisasikan penerimaan ini ke seluruh lapisan masyrakat bahkan sampai ke desa – desa terpencil.” ujar Kapolda Sumut.

Penerimaan berkas pendaftaran dilakukan di Polres setempat guna memudahkan masyarakat seluruh daerah untuk mendaftarkan putra – putrinya tanpa harus datang ke Polda Sumut yang butuh waktu dan biaya yang banyak.

“Animo masyarakat dalam mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri TA. 2017 berjumlah 12.145 orang (Akpol 1.351 orang, Bintara 8.183 orang, Bintara Teknologi dan Informasi 1.509 orang, Bintara Musik 94 orang dan Tamtama 1.028 orang. Setelah dilakukan verifikasi, yang memenuhi syarat seluruhnya berjumlah 6.274 orang (Akpol 593, Bintara Umum 4.983, Bintara Teknologi dan Informasi 689 orang, Bintara Musik 96 orang dan Tamtama 450 orang.” jelas Kapolda.

Kapolda Sumut juga menjelaskan terkait Kuota Pengiriman untuk pendidikan Polri dalam anggaran DIPA sebanyak 463 orang dengan rincian Akpol 15 orang,  Bintara 428 orang dan Tamtama 20 orang. “Banyaknya jumlah pendaftar, para peserta harus berjuang keras dan berupaya maksimal, berdoa dan berusaha, andalkan kemampuan diri sendiri dengan tidak mengandalkan orangtua/backing. Karena yang akan lulus nantinya adalah nilai yang terbaik diantara yang baik.” Terang Kapolda Sumut.

WhatsApp Image 2017-04-17 at 11.55.46

Tahun ini Polri akan menerima Bintara Khusus Musik sebanyak 38 orang seluruh Indonesia dan Bintara Khusus IT sebanyak 200 seluruh Indonesia. Dalam penerimaan anggota Polri TA. 2017, Polri berkomitmen untuk mewujudkan penerimaan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan dan Humanis) yang mana pada tanggal 2 Maret 2017 telah dilaunching aplikasi “SI BETAH” sebagai aplikasi penerimaan Polri berbasis android pertama di jajaran Polri yang terintegrasi dengan 27 Polres di wilayah Sumut dengan memiki fitur Nilai peserta seleksi, informasi / pengumuman, berita / kegiatan, pengaduan masyarakat dan verifikasi rikmin.

Berikut Isi dari Maklumat Kapolda Sumut sekaligus menjadi Harapan Kapolda Sumut kepada Panitia Daerah dan Panitia Pembantu Penerimaan.

Kepada Panitia dilarang untuk:

a. Merubah, merekayasa dan melakukan tindakan penyimpangan lainnya dalam melaksanakan penilaian atau pemeriksaan kepada peserta penerimaan anggota Polri TA. 2017.

b. Tidak melakukan korupsi, kolusi, konspirasi dan nepotisme (K3N) dengan orangtua/wali peserta untuk menjanjikan atau berjanji dengan siapapun dalam membantu kelulusan calon dengan meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun.

Kepada orangtua/wali dan peserta dilarang untuk:

  1. Melakukan korupsi, kolusi, konspirasi dan nepotisme (K3N) dengan Panitia maupun Pengawas atau siapapun yang menyatakan bisa membantu meluluskan dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri.
  2. Menggunakan sponsor/koneksi dengan cara menghubungi lewat telepon/surat kepada Panitia/Pejabat melalui orangtua/wali/keluarga atau pihak lain.

Kepada Pengawas internal dan eksternal agar mempunyai integritas yang tinggi serta bebas intervensi dari semua pihak dalam pengawasan dalam setiap tahapan seleksi penerimaan anggota Polri untuk mengindari penyimpangan, dan apabila terbukti melakukan pelanggaran, sebagai Panitia akan mendapatkan tindakan hukum yang tegas baik hukum pidana, kode etik dan disiplin sedangkan bagi peserta apabila terbukti melakukan pelanggaran akan didiskualifikasi dalam sekelsi penerimaan anggota Polri.

“Kepada peserta dan orangtua/wali diharapkan dapat mengupdate terus informasi penerimaan melalui aplikasi “SI BETAH” dan silahkan manfaatkan fitur – fitur yang ada terutama fitur pengaduan apabila menemukan penyimpangan dalam proses penerimaan, hilangkan imej Sumut yang negatif yaitu “SUMUT” (Semua Urusan Mesti Dengan Uang Tunai) ganti dengan “SUMUT” (Semua Urusan Mesti Tuntas tanpa Uang Tunai).” tutup Kapolda dalam sambutannya.

Penulis : Rico

Editor : Umi Fadilah

Publish : Rico

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password