Operasi Antik Lipu 2017, Polres Soppeng Gelar Press Release Pengungkapan Kasus Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Kapolres Soppeng AKBP Dodied Prasetyo Aji S. Ik M.H didampingi Kabag Ops Polres oppeng Kompol Sengkaru Tajang secara resmi merelease pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dalam press release yang digelar di Aula Patria Tama Polres Soppeng pada Senin 17/4/17.

Kegiatan tersebut dihadiri Waka Polres Soppeng Kompol Catur B.S bersama pejabat utama Polres Soppeng lainnya, personil Polres Soppeng dan sejumlah awak media dengan menghadirkan 4 Orang yang resmi berstatus tersangka hasil tangkap tangan dari operasi penggrebekan dan penggeledahan yang dilaksanakan oleh Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng.

Keempat Orang tersangka yang dihadirkan dalam press release tersebut masing – masing Lelaki SD (33) Warga Kecamatan Donri – donri Soppeng, Lelaki MM (31) Warga Kecamatan Lalabata Soppeng, Lelaki AS (27) Warga Kecamatan Lilirilau Soppeng, dan Perempuan AW (49) Warga Kecamatan Lilirilau Soppeng.

Kapolres Soppeng AKBP Dodied Prasetyo Aji S. Ik M.H mengungkapkan ke 4 Orang yang diamankan ini resmi berstatus tersangka, mereka diamankan masing masing dilokasi berbeda oleh Tim Sat Resnarkoba Polres Soppeng.

Kapolres Soppeng menjelaskan SD (33) Diamankan di Kecamatan Donri donri Soppeng, MM (31) diamankan di Akkampeng Kecamatan Lalabata Soppeng untuk AS (27) dan AW (49) diamankan di Pajalesang Kecamatan Lilirilau Soppeng.

Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika ini adalah bagian dari operasi Antik Lipu 2017 yang saat ini dilaksanakan oleh Polres Soppeng, ungkap Kapolres.

Menjawab pertanyaan awak media terkait informasi yang beredar bahwa diantara tersangka adalah keluarga mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kapolres Soppeng mengungkapkan bahwa diantara Empat orang tersangka ini ada yang memiliki hubungan Ibu dan Anak, “ini adalah bukti keseriusan Polres Soppeng untuk memberantas narkoba” tegasnya.

“Tidak ada istilah tebang pilih dalam memberantas narkotika, tegas Kapolres Soppeng, siapapun dia, akan ditindak tegas, ungkap Kapolres Soppeng.

“Kita akan terus memerangi narkotika khususnya di Kabupaten Soppeng, ini sesuai komitmen bapak President RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian”.

Kapolres Soppeng menambahkan ancaman hukuman dari ke Empat Orang tersangka masing masing berbeda, minimal 5 Tahun untuk pengguna narkotika, dan untuk pengedar dan bandar tuntutan hukumannya bisa seumur hidup.

Dihadapan awak media Kapolres Soppeng membeberkan jumlah keseluruhan barang bukti yang disita petugas sebanyak 24 Sachet plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu, uang tunai senilai Rp. 3.755.000, alat hisap sabu, timbangan digital 2 unit, Hanphone dan Smartphone, 3 Bal plastik Sachet kosong, serta belasan korek gas.

Upaya mengungkap kasus peredaran narkoba, serta melakukan penangkapan terhadap para tersangka narkoba yang dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng merupakan upaya Polri dalam menindak tegas siapapun yang terlibat terhadap penguasaan barang haram tersebut. Upaya Polri mencegah peredaran narkoba ditempuh dengan upaya Pre-emtif dan Pre-ventif.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password