Satu Pengguna dan Dua Bandar Narkoba Akhirnya Ditangkap Satuan Res Narkoba Polres Soppeng

Artikel, Satu Pengguna dan Dua Bandar Narkoba Akhirnya Ditangkap Satuan Res Narkoba Polres Soppeng1

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Gencar berantas Narkoba dalam operasi Antik 2017, Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng kembali mengungkap jaringan pengedar narkotika jenis sabu, Sabtu 15/4/17.

Terungkapnya jaringan pengedar narkotika ini berawal saat seorang lelaki inisial NM (31) warga Soppeng tertangkap tangan oleh Tim Sat Res Narkoba membawa narkotika jenis sabu sebanyak 1 sachet kecil.

Dari hasil pengembangan informasi dari pelaku NM, Sat Res Narkoba Polres Soppeng yang dipimpin langsung AKP Awaluddin melakukan penggrebekan di salah satu rumah kediaman yang diduga bandar narkoba di Sumber jati Kecamatan Lilirilau Soppeng pada Sabtu 15/4/17, sekitar pukul 17.00 Wita.

Hasilnya, pemilik rumah lelaki inisial AS (27), dan seorang perempuan inisial AM (49) diamankan petugas karena diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu di Kabupaten Soppeng.

Dari tangan para pelaku ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 18 sachet kecil berisi kristal bening yang diduga sabu, 1 Unit sepeda motor yang digunakan pelaku, 2 unit timbangan digital, 3 Ball Sachet kosong, 2 alat hisap narkotika (bong) dan uang tunai senilai Rp. 3.755.00.

Saat ini para pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Soppeng guna penyelidikan lebih lanjut.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademikus dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Untuk mempersempit ruang masuk narkoba di Sulsel, Kapolda Irjen Pol Muktiono memerintahkan jajarannya, agar seluruh pintu keluar dan masuk ke Sulsel dijaga ketat. Terbukti, pintu masuk lewat jalur pelabuhan laut Soekarno-Hatta (Soeta) Makassar, pada akhir Desember 2016 lalu, Ardi (32), seorang penumpang KM Bukit Siguntang yang merapat di pelabuhan Makassar langsung diringkus setelah kedapatan membawa 10 kilogram sabu yang dikemas dalam kopi bermerek China.

Menurut Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono tertangkapnya Ardi ini sudah merupakan kejahatan luar biasa di Makassar. Dan dia menegaskan akan meningkatkan pengamanan masuknya narkoba melalui jalur udara dan laut.

“Ini akan ditingkatkan. Dan jaringan ini akan dikembangkan darimana narkoba ini. Saat ini baru satu nama terlibat sabagai kurir. Hukuman seumur hidup maksimal hukuman mati pasal 114,” tegas Irjen Pol Muktiono, Kapolda Sulsel.

Sikap tegas Irjen Pol Muktiono untuk memerangi narkoba di Sulsel, khususnya di Kota Makassar demi untuk menyelamatkan generasi muda bangsa ini. Pasalnya, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password