Polres Bulukumba Tangkap Pasangan Suami Istri Saat Konsumsi Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Bulukumba Sulsel, Satuan Reserse Narkotika (Sat Narkoba) Polres Bulukumba bersama Unit Estom Sat Intelkam Polres Bulukumba yang di pimpin langsung oleh Waka Polres Bulukumba Kompol Agus Khaerul, SH.M.H, menangkap pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu berinisial PR(32) dan R (41) yang merupakan Pasangan Suami Istri warga Jalan Jln WR. Supratman Lingkungan Bentenge Kelurahan Bentenge Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.

Terduga pelaku penyalahgunaan Narkotika per. R(41) ditangkap dijalan Cendana Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba, pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1(satu) sachet Kristal bening yang di duga Narkotika jenis Sabu, kemudian dilakukan penggeledahan kembali Warung milik Lel. PR (32) yang merupakan suami dari Per R (41) dan ditemukan langsung oleh anggota sementara mengkonsumsi Narkotika jenis Sabu.

Pada saat penggeledahan anggota berhasil mengamankan barang bukti antara lain 2 (Dua) Sachet bening diduga sisa narkotika jenis shabu, 3 (Tiga) buah Pireks habis bakar diduga Narkotika jenis shabu, 2 (Dua) buah korek gas api, 1 (Satu) buah sendok Sabu, 2 (Dua) buah pipet bening warna putih, 1 (Satu) buah alat hisap sabu (Bong), dan 1 (Satu) Unit HP merek Strowbery warna hitam.

Demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan para terduga penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu di bawa ke Mapolres Bulukumba.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademikus dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Untuk mempersempit ruang masuk narkoba di Sulsel, Kapolda Irjen Pol Muktiono memerintahkan jajarannya, agar seluruh pintu keluar dan masuk ke Sulsel dijaga ketat. Terbukti, pintu masuk lewat jalur pelabuhan laut Soekarno-Hatta (Soeta) Makassar, pada akhir Desember 2016 lalu, Ardi (32), seorang penumpang KM Bukit Siguntang yang merapat di pelabuhan Makassar langsung diringkus setelah kedapatan membawa 10 kilogram sabu yang dikemas dalam kopi bermerek China.

Menurut Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono tertangkapnya Ardi ini sudah merupakan kejahatan luar biasa di Makassar. Dan dia menegaskan akan meningkatkan pengamanan masuknya narkoba melalui jalur udara dan laut.

“Ini akan ditingkatkan. Dan jaringan ini akan dikembangkan darimana narkoba ini. Saat ini baru satu nama terlibat sabagai kurir. Hukuman seumur hidup maksimal hukuman mati pasal 114,” tegas Irjen Pol Muktiono, Kapolda Sulsel.

Sikap tegas Irjen Pol Muktiono untuk memerangi narkoba di Sulsel, khususnya di Kota Makassar demi untuk menyelamatkan generasi muda bangsa ini. Pasalnya, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Penulis : Apri

Editor : Umi Fadilah

Publish : Apri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password