Sukseskan Ujian Nasional, Polres Luwu Kerahkan Para Bhabinkamtibmas Amankan UAN Tingkat SMA/MA

Tribratanews.polri.go.id – Luwu Sulsel, Para Bhabinkamtibmas Polsek jajaran Polres Luwu yang tersebar di beberapa Desa/Kelurahan sejak senin hingga Kami 10 s/d 13 April 2017 pengamanan Ujian Akhir Nasional (UAN) di beberapa sekolah tingkat LTA yang ada di Kab. Luwu.

Tercatat sesuai data penyelenggara UAN Tingkat SMA/MA se Kab. Luwu terdapat 31, Tempat terdiri dari 24 SMA dan 7 MA, dengan jumlah peserta  4.533 siswa. Dalam pelaksanaan UAN selain nakah berbentuk Teks Terdapat pula sekolah yang menyelenggarakan UAN berbasis Komputer.

Hari terakhir UAN, Kamis (13/4/17) dilaporkan bahwa pelaksanaan UAN tingkat SMA/MA se Kab. Luwu berlangssung tertib dan aman.

Artikel, Sukseskan Ujian Nasional, Polres Luwu Kerahkan Para Bhabinkamtibmas Amankan UAN Tingkat SMAMA1

Peran serta Kepolisian dalam hal menyukseskan kegiatan pendidikan, dibuktikan dengan mengamankan soal Ujian Nasional (UN) untuk SLTA/sederajat.

Bahkan bukan hanya pengamanan soal ujian, kegiatannya meliputi pengawalan, pendistribusian hingga penjagaan keamanan saat pelaksanaan Ujian Nasional.

Distribusi naskah ujian dimulai dari polsek dengan pengawalan langsung oleh Kapolsek bersangkutan dengan minimal dua anggota bersama pihak dinas pendidikan untuk mengambil soal-soal UN ke Mapolres.

Peran aktif kepolisian dalam mengawal dan mengamankan naskah ujian sangat penting agar naskah ujian tidak sampai bocor.

Beberapa waktu lalu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah menggelar teleconference dengan Polda-Polda se-Indonesia terkait pendistribusian pengamanan naskah UN sudah terlaksana dengan baik dan telah sampai pada titik-titik penyimpanan yang aman.

Disana Kapolri menyampaikan beberapa masalah yang kemungkinan yang dapat terjadi, diantaranya ;

  1. kebocoran soal naskah UN. oleh karenanya Kapolri menugaskan kepada jajaran Kapolda-kapolda, Kapolres serta Kapolsek untuk menugaskan anggotanya agar selalu menjaga kerahasiaan naskah UN ini. Polri sendiri telah bekerjasama dengan beberapa operator di wilayah-wilayah tertentu untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran soal ataupun jawaban melalui SMS berantai.
  2. Rusaknya naskah UN. Kapolri menugaskan kepada para petinggi-petinggi di wilayah agar selalu menjaga naskah-naskah UN jangan sampai terkena air atau sobek, dan ini merupakan tugas Kasatwil.
  3. Distribusi naskah UN jangan sampai telat. Kapolri menghimbau kepada Kapolda-Kapolda agar wilayah yang jauh dan sulit terjangkau agar diprioritaskan terlebih dahulu dalam pengiriman distribusi naskah UN.
  4. Anggota kepolisian juga harus mengawasi agar naskah tetap rahasia kepada siapa saja termasuk pengawas UN, jangan sampai soal-soal UN sudah terbuka terlebih dahulu ditempat penyimpanan.
  5. Hindari salah distribusi.
  6. keterlambatan distribusi. Kapolri menghimbau agar H-1 distribusi naskah UN sudah sampai mendekat di sekolah-sekolah.
  7. Hati-hati kesalahan soal dan jawaban yang tidak sesuai dengan paket.
  8. Lemahnya pengawasan di kelas. Anggota kepolisian yang bertugas harus lebih teliti dalam mengawasi, baik siswa maupun pengawasnya. Dan anggota kepolisian yang bertugas mengawasi di dalam kelas tidak boleh menggunakan seragam Polisi. Untuk petugas PAM hanya mengawasi di sekolah dan tidak boleh masuk ke dalam kelas.
  9. Kecurangan massal, atau mencontek. Mendikbud mengatakan bahwa dalam 1 kelas ada 20 siswa dan semua soal dibuat berbeda. “Kami bukan tidak sayang terhadap siswa, namun kami ingin siswa lebih fokus terhadap soalnya masing-masing”, ujar Mendikbud.
  10. Dihimbau agar pengawas dan anggota kepolisian yang berjaga di kelas melarang siswa-siswi membawa alat-alat komunikasi, atau apapun masuk ke dalam kelas.
  11. Kapolri menghimbau agar selalu mengecek keabsahan kartu ujian siswa, jangan samapi kecolongan akan adanya siswa joki.

Kapolri juga menghimbau kepada seluruh jajaran Polda agar pengamanan UN juga ditingkatkan sampai pada pengumuman kelulusan, jangan sampai terjadi anarkis yang dilakukan oleh siswa-siswa, juga pengawasan terhadap adanya siswa yang stres akibat tidak lulus UN dan dikhawatirkan melakukan tindakan yang menyimpang. Serta waspadai adanya konvoi kendaraan di jalan raya.

 

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password