Salut, Dalam 3 Hari, 17 Penyalahguna Narkotika Diamankan 1 Diantaranya Wanita

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Satuan Narkoba Polres Sidrap menggelar Press Release pengungkapan kasus Narkotika jenis shabu, rilis tersebut berlangsung di ruang lobby mapolres sidrap, Kamis (13/4/2017) Siang.

Selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 10 sampai 12 April 2017 Satuan Narkoba Polres Sidrap berhasil mengungkap sebanyak 17 orang pelaku satu diantaranya seorang wanita yang masih berprofesi sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sidrap.

Dalam keterangan persnya Kasat Narkoba Polres Sidrap AKP Indra Waspada Yuda, SIK mengatakan bahwa pengungkapan tersebut dilakukannya di 4 TKP berbeda yaitu di desa Tanete, Kelurahan Salomallori, Kelurahan uluale dan Kelurahan Toddang pulu Kabupaten Sidrap.

“Dari 17 pelaku yang kami amankan, 10 orang diantaranya kami amankan di desa tanete, 2 orang di kelurahan salomallori, 1 orang di kelurahan uluale dan 4 orang di kelurahan uluale Kabupaten Sidrap ” ujar Indra.

“Dari tangan para pelaku kami juga berhasil amankan barang bukti (BB) berupa 126 sachet plastik diduga berisi narkoba jenis shabu, 4 buah alat isap shabu, 6 buah pireks, 3 buah korek gas dan Handphone 3 unit ” lanjutnya.

Hingga saat ini pelaku masih menjalani penyidikan guna membongkar jaringan shabu khusunya di Kabupaten Sidrap.

“Kami masih melakukan pengembangan kasus, dan para tersangka terancam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ” tutup Indra.

Untuk memerangi narkoba ini, perlu ada upaya maksimal yang dilakukan aparat Kepolisian mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum serta upaya rehabilitasi.

Perlu juga adanya penekanan dari pimpinan jajaran Kepolisian untuk melakukan pengawasan peredaran narkoba, termasuk peredaran yang kerap dilakukan oleh “pemain” dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan tempat hiburan, harus dilakukan secara ketat.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Carnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak ‘main-main’ di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password