Penemuan Fakta Baru Pembunuhan PRT Sukomanunggal

Tribratanews.polri.go.id, Polrestabes Surabaya – Satreskrim Polrestabes Surabaya menemukan fakta baru dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Vian Ahmad,19, pemuda warga Lumajang. Ternyata setelah mambacok Tasri alias sri, tersangka juga melakukan penganiayaan tambahan yakni memukul dan membenturkan kepala Sri ke tembok. Fakta tersebut terungkap setelah polisi melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan itu di Perumahan Puncak Permai I nomor 33, Kamis (13/4).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga menjelaskan dalam rekonstruksi ini Vian setidaknya memperagakan  53 adegan rekonstruksi pembunuhan itu.  Menurutnya ada beberepa tambahan rekonstruksi yang harus dijalani Vian. Sebab tidak ada kesesuaian antara fakta yang ditemukan di lapangan dengan pengakuan tersangka.

“Menurut tersangka, saat korban dibacok, ia langsung tewas. Namun hasil rekonstruksi mengungkap jika selain membacok tersangka ini juga memukul dan membenturkan kepala korban ke tembok,” ungkap AKBP Shinto saat memimpin rekonstruksi.

Shinto menjelaskan jadi setelah berhasil masuk ke lantai II, Vian ini menuju ke lantai I, Nah saat hendak melangkah ke tangga, saat itu tersangka melihat korban yang sedang menyapu di ujung tangga. Nah, melihat korban itu, tersangka lantas menyiapkan pisau penghabisan dari dalam tas dan siap membacok korban.

“Memang tersangka saat itu sudah berniat membacok korban dari belakang,” lanjut Shinto.

Namun saat berada di ujung tangga dan siap-siap membacok, aksinya diketahui oleh korban. Antara korban dan tersangka sempat saling pandang. Namun sebelum berteriak, Vian terlebih dahulu mengayunkan pisaunya dan mengenai leher korban. Saat itu, korban sempat melawan dengan menjambak rambut tersangka.

“Hal inilah yang membuat tersangka memukul dan membenturkan kepala korban ke tembok rumah hingga akhirnya korban tewas,” terangnya.

Mantan kasat reskrim poles Tangerang ini menjelaskan selain fakta itu, semuanya adegan rekonstruksi sudah sesuai. Tersangka mengambarkankan secara gamblang bagaimana dia mulai melakukan pengamatan, mempersiapkan dan melakukan eksekusi. Termasuk menununjukkan bagaimana cara tersangka masuk ke dalam rumah.

“Semua sudah sesuai,” tegas Shinto.

Shinto menjelaskan  rekonstruksi yang dimulai pada pukul 10.00 itu dilakukan di tiga tempat yakni rumah kos tersangka. Disini ia memperagakan bagaiamana ia merencakan pencurian itu dengan membawa obeng.  Tempat kedua adalah, warung tempat ia mengambil sajam yang ia gunakan untuk menghabisi Sri, sedangkan tempat terakhir adalah rumah Tamsil yang tidak lain adalah majikan Sri.

“Hasil rekonstruksi ini akan segera kami susun untuk melengkapi berkas kasus ini,” terangnya.

Perwira dengan dua melati di pundaknya ini juga menjelaskan dengan hasil rekonstruksi ini, maka penyidik semakin mantab menerapkan pasal berlapis terhadap tersangka. Yakni pasal 338 KUHP tentang pembubuhan dan pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana. pasal ini diterapkan lantaran ada jeda ketika tersangka ini memiliki niat untuk membunuh korban.

“Dengan pasal yang kami terapkan, maka tersangka diancam dengan hukuman maksimal yakni 20 tahun penjara,” jelasnya.

Penulis  : Aris

Editor    : Umi Fadhilah

Publish : M.Sholeh

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password