Keseriusan Polres Sidrap Berantas Peredaran Narkoba Makin Terlihat Saat Menangkap Empat Pengedar Sabu di Toddang Pulu

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Komitmen Polres Sidrap dan jajaran dalam memberantas peredaran narkoba makin gencar, terlihat saat anggota Satuan Narkoba Polres Sidrap kembali menangkap empat pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu, salah diantaranya seorang wanita, Rabu (12/4/17) malam.

Keempat pelaku diringkus aparat di Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, masing-masing berinisial Mu alias Adi, Su alias Sudi, IP alias Eka dan SR alias Ayu.

Operasi penangkapan keempat pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat yang mulai resah dengan aktifitas mencurigakan yang dilakukan para pelaku. Dari informasi itulah petugas kemudian melakukan penggeledahan dirumah Mu alias Adi dan menemukan narkoba jenis sabu yang disembunyikan dibawah kolong rumah yang berada didalam kamar pelaku dengan dibungkus kotak berwarna hitam.

Dari penemuan itu petugas menyita beberapa barang bukti diantaranya 6 sachet kecil yang sudah di paket siap untuk dijual, 1 set alat hisap/bong, 1 batang pirex yang masih berisi kristal bening, 1 buah timbangan digital dan 1 buah kotak warna hitam sebagai penyimpanan kristal bening.

Selanjutnya keempat pelaku bersama barang bukti digelandang ke Polres Sidrap guna proses penyidikan lebih lanjut.

Untuk memerangi narkoba ini, perlu ada upaya maksimal yang dilakukan aparat Kepolisian mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum serta upaya rehabilitasi.

Perlu juga adanya penekanan dari pimpinan jajaran Kepolisian untuk melakukan pengawasan peredaran narkoba, termasuk peredaran yang kerap dilakukan oleh “pemain” dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan tempat hiburan, harus dilakukan secara ketat.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Carnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak ‘main-main’ di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password