Satlantas Polres Batola Jelaskan Prosedur E-tilang Pada Masyarakat

Tribratanews.polri.go.id- Dengan menggunakan Alat Pengeras Suara (TOA) Satlantas Polres Batola memberikan pengertian dan pemahaman kepada Masyarakat Umum tentang Prosedur E-tilang beserta aturan berlalu lintas termasuk rambu – rambu lalu lintas di jalan.

Hal tersebut agar supaya tidak terjadi laka lantas dan mengurangi laka lantas maka Masyarakat harus selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan.

Satuan Lalu Lintas Polres Batola dipimpin Kanit Dikyasa Satlantas Polres Batola didampingi Banit Dikyasa Satlantas Polres Batola melaksanakan giat Public Adress tentang E-tilang dan Sosialisasi Kamseltibcar Lantas dengan membagikan Brosur Prosedur E-tilang, Kamis (13/4/2017) pukul 07.00 – 08.00 wita, di Simpang Empat Terminal Marabahan.

Seperti diketahui Korps Lalu Lintas Polri meluncurkan aplikasi E-tilang. Aplikasi tersebut merupakan sistem penegakan hukum dalam hal ini tilang yang dilakukan secara online ataupun melalui sebuah aplikasi.

Sistem yang dibangun adalah sistem pembayaran tilang melalui online. Jadi nantinya petugas diberikan aplikasi untuk menilang. Petugas melakukan penegakan hukum menggunakan sebuah aplikasi.

Nantinya petugas tidak mencatat tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara di buku tilang. Melainkan Petugas, mencatat pelanggaran tersebut di dalam aplikasi E-tilang.

Setelah dicatat jenis pelanggarannya, dalam aplikasi tersebut akan keluar besaran jumlah denda yang harus dibayarkan pelanggar. Lalu, pelanggar dapat membayarkan denda tersebut melalui SMS banking ataupun transfer melalui ATM.

“Aplikasi tersebut nantinya akan terkoneksi ke kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan” ungkap Ipda Ayu Lia

Jadi nanti setelah menitipkan uang ke bank dengan transfer, pelanggar tinggal nunjukan bukti pembayaran saja ke petugas dan langsung ambil STNK atau SIM yang ditahan oleh petugas.

Aplikasi ini dibuat dalam rangka percepatan proses hukum. Sehingga, masyarakat tidak perlu repot untuk mengikuti sidang tilang di pengadilan.

Selain itu, aplikasi ini dibuat untuk memberantas pungli yang kerap terjadi. Sebab, dengan adanya aplikasi ini untuk meminimalisir interaksi antara pelanggar dengan petugas di lapangan. Sebab Denda akan dibayarkan di bank melalui transfer jadi tidak masuk ke kantong petugas.

Penulis : Brigadir Yudha Krisyanto

Editor   : AKBP Umi Fadilah

Publish : Drs. Hamsan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password