Kapolda DIY Menjadi Narasumber Seminar IT, Ethics, Regulation, And Cyber Crime Law IV di Kampus BSI Yogyakarta

Tribratanews.polri.go.id -JOGJA- Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., menjadi narasumber pada seminar yang diselanggarakan oleh Akademi Bina Sarana Informatika (BSI) Yogyakarta, Rabu (12/4/2017) pagi. Acara seminar ini juga dihadiri oleh para Dosen BSI, Praktisi IT Dr. M.Wahyudi, MM, M.Kom, M.Pd., CEH, CHFI., AKBP Andrie Satiagraha, SH, S.I.K., dan pegiat media sosial atau pendiri group Informasi Cegatan Jogja Mas Antok.

Kapolda DIY mengawali sambutannya sekaligus memberikan paparan kepada peserta seminar menyampaikan apresiasinya terhadap Akademi BSI yang menampilkan tarian tradisional sebagai pembuka acara.

“Akademi BSI masih menguri-uri (melestarikan) budaya lokal, patut diapresiasi,” ujarnya di hadapan peserta.

Lanjut Kapolda dalam paparannya menjelaskan bahwa tema seminar ini menarik, yakni implementasi UU ITE untuk mencegah informasi HOAX di media sosial. Diketahui bersama bahwa dengan era yang sangat canggih saat ini, masyarakat disuguhkan dengan perlatan yang modern dan memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi dengan bebas. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi tentu memberikan banyak manfaat, namun disamping itu juga memberikan efek samping yang berdampak negatif bagi masyarakat.

Dari data yang ada ditahun 2016, Polda DIY dan Polres jajaran menerima laporan pengaduan dari masyarakat sebanyak 477 kasus dan ini meningkat dari tahun 2015 sebesar 224 kasus. Kasus yang paling menonjol yang sering ditangani oleh anggotanya adalah penipuan online. Dan korban yang paling banyak adalah mahasiswa.

ffd1a562-54d9-4ec4-b0d7-d64aed201f00Polda DIY sendiri telah menerapakan peraturan dan regulasi upaya penegakan hukum melalui mekanisme penyelidikan dan penyidikan terhadap pelakunya, dengan menerapkan Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Di akhir paparannya, Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Banten tersebut berpesan kepada peserta yang hadir untuk ikut berperan dalam memerangi HOAX dan mencerna dengan baik segala informasi yang diterima. Penggunaan media sosial dengan cerdas dan sehat merupakan salah satu upaya kita dalam menanggulangi kabar berita bohong sehingga terwujudnya keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Selalu lakukan check & recheck kebenaran terhadap informasi yang kita terima, jangan sampai kita terlibat dalam penyebaran informasi HOAX,” pungkasnya.

penulis : Agung-Yuli95
editor : Umi Fadilah
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password