Penyelesaian Konflik Sosial melalui Pendekatan Kekeluargaan

Tribratanews.polri.go.id – Polres Trenggalek, Dalam rangka mengantisipasi potensi konfilk sosial di wilayah, Pemkab Trenggalek menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Trenggalek 2017 di gedung Bhawarasa Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Rabu (12/04).

Dalam acara yang diikuti oleh sedikitnya 40 orang tersebut, hadir Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto, MSc, Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman SIK, M.Si, Dandim 0806 Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro, Kajari Trenggalek Umaryadi SH, MH, Ketua MUI Kabupaten Trenggalek KH Jusak AS, Ketua FKUB Kabupaten Trenggalek KH Maksum, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Drs Saini,  Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Drs. Joko Handono serta para kepala OPD Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek menuturkan bahwa tim terpadu dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 yang terdiri dari seluruh elemen masyarakat termasuk Forkopimda beserta jajaran dan kelompok masyarakat lainnya. Konflik sosial merupakan ekses dari permasalahan yang timbul di masyarakat dan tidak selalu antara masyarakat dengan masyarakat, namun dapat juga antara masyarakat dengan institusi (Tenurial) sehingga penyelesaiannya pun harus menggunakan pendekatan yang berbeda.

“Penyelesaian konflik sosial diharapkan dengan pendekatan kekeluargaan, bukan pendekatan hukum formal agar bisa dicapai solusi yang terbaik dalam setiap permasalahan yang timbul” jelas Bupati temuda ini.

Sementara itu, Dandim 0806 Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro menjelaskan bahwa setiap konflik harus dikaji lebih dalam, apakah konstruktif atau destruktif dengan menggunakan tolok ukur melalui Manajemen Konflik. Ia pun sepakat tidak semua permasalahan harus dibawa ke ranah hukum.

“Setiap ada konflik yang timbul hendaknya diselesaikan di tingkat bawah dahulu melalui mekanisme 3 Pilar” ujar Letkol Bayu.

Sedangkan Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman SIK, M.Si menyampaikan lebih baik mencegah daripada mengobati. Apabila konflik memang harus terjadi, maka harus ditentukan juga langkah-langkah yang harus ditempuh. Jika konflik sudah terjadi, maka harus ditentukan langkah recovery/pemulihan untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.

“Harus dirumuskan strategi penanganan konflik di Kabupaten Trenggalek dikarenakan setiap permasalahan yang timbul memilik karakter yang berbeda serta dibuat rencana aksi dari masing-masing sub tim sebagai langkah pencegahan konflik secara komprehensif” jelas AKBP Donny.

Di akhir acara, dilaksanakan diskusi grup mengangkat tema tentang potensi konflik yang mungkin berkembang di Kabupaten Trenggalek serta penyelesaian dan penanganannya secara komprehensif.

Penulis : Ady

Editor : Umi Fadilah

Publish : Handoko

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password