Terkait Gojek di Solo : Pertemuan Pengusaha Taksi Solo Masih Belum Ada Titik Temu

IMG-20170411-WA0061

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Selasa tanggal 11 April 2017 pukul 10.30 s.d 12.30 WIB, di Kantor Organda Dishubkominfo Surakarta Jl. Menteri Supeno No. 07 Kel. Manahan Kec. Banjarsari Surakarta, berlangsung pertemuan bersama seluruh pengusaha taksi Kota Surakarta. Sebagai penanggung jawab acara Joko Suprapto Ketua DPC Organda kota Surakarta serta dihadiri 10 orang.
Dalam.rakoord ini di hadiri : Joko Suprapto Ketua DPC Organda Kota Surakarta. Yatno Kosti Taksi. Haryono Kosti Taksi. Meddy Gelora Taxi. YCB. Darmadi Mahkota Ratu Taksi. Heru Purwanto Solo Central Taksi. Muryantoro Tri Sakura Sari Taksi. Agus Suprijatno Bengawan Taks.
Joko Suprapto menjelaskan : Pertemuan kali ini adalah pertemuan pemilik armada taksi seluruh kota yang berjumlah 6 pengusaha yaitu mahkota , solo taksi, gelora , sakura , kosti dan bengawan taksi. Sesuai dengan yang direncanakan kita merapatkan barisan menjalin kekompakan dan kerjasama karena situasi transfortasi pada akhir ini mulai ada muncul istilah oline mari kita sikapi kita hanya 6 armada kita harus kompak . Kita taati pareraturan pemerintah ,kita harus mematuhi peraturan pemerintah Solo ,semua adalah warga Solo misal ada masalah dijalan mari kita selesaikan dengan kekeluargaan jangan bertindak sendiri. Bahwa ojek oline sudah menerjang lahan kita walaupun ada taksi oline ,sebenarnya roda 2 itu tidak melayani penumpang ,sebenarny bukan ranah mereka tapi jangan sampai ada gejolak .mari kia sikapi dengan hati yang tenang. Dalam penentuan tarif pada siang hari ini silakan dibahas baiknya gimana karena dari beragai masukan berbeda .
Heru Purwanto dari Solo Central Taksi mengutarakan : Apa yang pernah disamapaikan oleh pak Joko Suprapto bahwa udah ada penolakan terkait dengan munculnya aplikasi oline gojek atau taksi. Kami melakukan Audensi dengan Kapolres bahwa kami menolak gojek oline dan juga dengan kebijakan Walikota bahwa gojek hanya menarik makanan gofood . Mari kita serahkan penangananya ke pihak keamanan tapi sampai saat malah diam diam saja apa karena kantornya yang di Sukoharjo. Apa kita masih berkomitmen dengan Kebijakan Walikota sebab perdanya belum ada jadi sampai sekarang hanya gofood, tapi sampai sekarang masih membawa penumpang walaupun sudah ada audensi dan kesepakatan. Jadi sampai saat ini kita hanya bisa melihat saja sedangkan taksi udah ada ijin dan semua berijin hanya bisa melihat saja. Terkait dengan surat yang kita kirim ke Dishub dan Walikota sampai saat lni belum ada tanggapan. Harapan saya bagaimana menyikapi masalah ini terkait gojek oline dalam menarik orang walaupun dalam perijinan tidak ada hanya di perbolehkan gofood tapi prakteknya lain. Kita merujuk pada kebijakan walikota kalau gojek hanya melayani gofood.kita perlu adanya koordinasi antar wilayah berapa kwato gojek yang boleh operasi ,harapan kita adalah apa yang di sampaikan walikota bisa terwujud. Apa kita mengadakan audensi lagi dengan walikota kapan supaya tidak timbul masalah dikemudian hari dan kita agar semakin kompak .
Sedangkan Meddy dari Gelora Taxi mengutarakan : Sebenarnya semua itu hanya membodohi kita kalau kita menolak, kita yang di bilang bodoh ,sebab masalah yang timbul adalah masalah tarif yang murah dan bukan karena oline. Malasah ini adalah bukan masalah Solo saja tapi lintas kota jadi bukan tanggung jawab solo saja tapi kota penyangga yang sampai saat ini kita hanya pasrah saja. Legalitas dalam perijinan taksi yang menggunakan plat hitam dalam perundang undangan hanya tercatat saja.
Yatno dari Kosti Taksi menheaskan : Menyikapi dengan adanya gojek oline ini perlunya adanya koordinasi supaya masalah gojek tidak semakin menjadi masalah karena kita tidak bisa menolak aplikasi oline sebab perkembanan jaman dan di Solo hanya boleh gofood. Saya pernah ngobrol dengan gojek bahwa gojek sendiri punya no regristasi jadi kita harus koordinasi supaya gojek sendiri membatasi kwato dari daerah daerah. Kita harus membuat surat yang ditujukakan kepada dishub yang ada di wil masing- masing. Terkait dengan masalah tersebut kita harus mendata lagi jumlah yang sudah lama vakum apakah masih bisa beroperasi lagi. Kita akan berkomitmen tidak akan menambah kwato taksi yang vakum. Untuk wilayah solo sebenarnya semua berepotensi mulai pusat kota Solo, Kartosuro sampai Karanganyar. Dan apa yang disampaikan oleh pak Walikota semoga tidak timbul konflik.
Dari YCB. Darmadi Mahkota Ratu Taksi al : Kita sudah sepakat menolak terkait dengan adananya gojek oline ,tapi sampai sekarang Solo menjadi lahan rebutan dan kalau semua masuk Solo apa jadinya nanti Solo dari kami tetap menolak gojek oline.
Dengan adanya pertemuan dikantor DPC Organda belum ada titik temu terkait dengan adanya gojek oline, maka diharapkan supaya diadakan Koordinasi antara dishub lintas wilayah dan menfasilitasi pertemuan antar organda terkait dengan perpen no.32 tahun 2016 tetang 11 poin refisi tentang angkutan yang menjadi permaslahan adalah terkait tentang permen poin no. 4 yang isinya (Kuota jumlah angkutan sewa khusus).
Penulis : Endang Sari
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password