Tiga Tahanan Rutan Soppeng Jebol Dinding dan Kabur

Artikel, Tiga Tahanan Rutan Soppeng Jebol Dinding dan Kabur1 Artikel, Tiga Tahanan Rutan Soppeng Jebol Dinding dan Kabur2 Artikel, Tiga Tahanan Rutan Soppeng Jebol Dinding dan Kabur3

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Tiga Tahanan rutan kelas IIB Soppeng kabur dengan cara membobol tembok tahanan, Senin (10/4).

Tiga tahanan yang kabur adalah 2 Orang tersangka kasus penyalahgunaan Narkotika dan 1 Orang pelaku Pencabulan.

Ketiganya berhasil membobol dinding tahanan menggunakan alat berupa Karter, Gunting dan linggis kecil.

Kaburnya tahanan tersebut diketahui saat salah satu Kepala Regu Jaga I Rutan Kls II B Watansoppeng melaporkan kaburnya tahanan ke SPKT Polres Soppeng.

Menerima laporan kaburnya tahanan Rutan Polres Soppeng selanjutnya melakukan olah TKP.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Soppeng Faizal yang dikonfirmasi awak media mengungkapkan “Mereka menggunakan gunting, karter dan besi, untuk membobol tembok dengan ukuran 30×40 cm,”.

Dirinya juga mengakui, kaburnya tahanan tersebut, karena kelalaian dirinya dan anggotanya, sehingga membuat tahan tersebut berhasil membobol dinding setebal 25 cm.

“Ini kelalaian, karena kemarin kita sibuk mengurus distribusi air,” kata Kepala Rutan.

Informasi yang dihimpun Tim Tribratanews, identitas ketiga tahanan Rutan Soppeng yang kabur yaitu,

Mulyadi (31) warga Baringeng Desa Baringeng Kec. Lilirilau Kab. Soppeng, ditahan karena melanggar pasal 112 (1), 114 (1) subs 127 (1) UU no. 35 / 2009 tentang narkotika, Mulyadi menjadi tahanan Rutan Soppeng setelah berkas perkaranya dinyatakan P21, sejak Tanggal 7 Maret 2017 Statusnya tahanan Pengadilan Negeri Watansoppeng  yang sementara menjalani proses sidang di Pengadilan.

Subianto alias Anto (37) warga Tanjonge Desa Baringeng Kec. Lilirilau Kab. Soppeng, melanggar pasal 112 (1), 114 (1) subs 127 (1) UU no. 35 / 2009 tentang narkotika, Anto menjadi tahanan Rutan Soppeng setelah berkas perkaranya dinyatakan P21, pada Tanggal 3 Maret 2017. Status Tahanan Pengadilan Negeri Watansoppeng dan sementara menjalani proses sidang.

Bakri (28), Imam Mesjid Dareajue, Alamat Dare Ajue Desa Lalabata Riaja Kec. Donri-Donri Kab. Soppeng, ia ditahan karena tersangka kasus pencabulan dan melanggar pasal 76E jo 82(1) subs 76B jo 77B UU  No 35 / 2014 tentang perlindungan anak. Bakri menjadi tahanan Rutan setelah kasusnya dinyatakan P21 , dan ditahan di Rutan Soppeng sejak Tanggal 5 April 2017.

Waka Polres Soppeng yang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan bahwa saat ini Timsus Resintel Polres Soppeng tengah melakukan pengejaran terhadap ketiga tahanan Rutan Soppeng yang kabur.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala memaparkan ada dua faktor yang menyebabkan tahanan nekat melarikan diri dari sel.

Pertama ada unsur lalai didalam penjagaan, tidak adanya kerja sama antar petugas untuk berjaga dan yang kedua adalah fasilitas yang buruk.

Dia menambahkan, faktor pertama adalah yang paling berbahaya. Dengan adanya kelalaian dalam bertugas ketika sedang berjaga malam, mampu mencoreng institusi pertahanan negara dalam mengawasi tahanan.

Adrianus juga meminta pihak kepolisian memperbaiki fasilitas tahanan agar tidak lagi kebobolan.

Penulis : Apri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password