Rapat Evaluasi Kinerja Polres Metro

Tribratanews.polri.go.id – Polres Metro Lampung. Selasa (11/04/17) Kapolres Metro AKBP Rali Muskitta, S.Ik memimpin rapat evaluasi kinerja Polres Metro, dimana dihadiri oleh para Kabag, para Kasat, para Kapolsek jajaran dan para perwira Polres Metro yang dilaksanakan di Aula Patriatama Polres Metro.

Dalam arahan Kapolres Metro menindak lanjuti perintah Kapolri terkait kejadian Pos Polisi di Tuban yang Ditembaki Teroris, untuk itu Kapolres Metro menegaskan untuk mengantisipasi aksi teroris karena telah terjadi penangkapan terhadap salah satu pimpinan teroris (Dat) dan tidak menutup kemungkinan adanya pembalasan.

Oleh sebab itu, pengamanan harus diperketat lagi seperti pengamanan Mako Polres dan Polsek jajaran, serta Pos Pantau. Anggota yang melaksanakan tugas baik dikantor maupun dijalan jangan sendirian tetapi jangan menimbulkan rasa takut bagi anggota itu sendiri karena kejadian tersebut.wsSelain membahas masalah teroris, Kapolres Metro mengarahkan juga tentang Ops Ketupat agar anev kendala kendala Tahun lalu harus lebih baik lagi di Tahun ini. Sedangkan untuk pelaksanaan Ops Ketupat bagi anggota yang akan melaksanakan libur bersama diatur jadwalnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk penanganan konflik sosial menjadi antensi Bapak Kapolri, jika terjadi konflik diWilayah tersebut dan sudah terdeteksi oleh Bapak Kapolri maka Kapolres tersebut akan dicopot jabatannya, sedangkan jika belum terdeteksi oleh Bapak Kapolri maka Kasat Binmas dan Intel yang akan kena copot jabatannya.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka setiap terjadi konflik sosial Bapak Kapolri langsung menurunkan Tim untuk mencari info kebenarannya.

Menindak lanjuti hal tersebut maka bhabinkamtibmas yang ada di Kelurahan/Desa harus membuat laporan dan bisa mencari langkah-langkah solusinya.weUntuk kasus kejahatan konvensional secara tidak langsung mempengaruhi situasi kamtibmas seperti pembunuhan, curas, rurat, curanmor dan kejahatan terhadap perempuan serta anak. Maka dari itu, setiap penanganan terhadap tersangka yang khususnya yang meninggal dunia harus ditangani sampai dengan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara).

“Pesan dari Bapak Kapolri mengenai rekrutmen Polri beberapa bulan yang lalu yang terjadi di Polda Sumatera Selatan untuk menjadi pelajaran agar jangan terulang kembali” tandas AKBP Ralli Muskita. (*)

Penulis  : Hendra Zaputra
Editor     : Umi Fadilah
Publish  : Hendra Z

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password