Aksi Heroik Bripda Alfadin Evakuasi Korban Laka Lantas

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Personil Satuan Sabhara Polres Sidrap Bripda Alfadin dan Bripda Rana Hermawati dengan cepat mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (10/4/17) siang.

Sebelum kejadian, polisi yang baru dilantik tahun 2016 tersebut sedang melaksanakan patroli kendaraan roda empat di sekitar wilayah hukum polres sidrap.

“Kami melihat korban tengah tergeletak di pinggir jalan dengan kucuran darah pada bagian kepala, sehingga pada saat itu juga kami menghampiri korban lalu membawanya ke rumah sakit terdekat,” ujar Alfadin

Terkait kejadian kecelakaan tersebut, pihak Polres Sidrap tengah mengamankan dan memeriksa secara intensif pengendara becak motor (bemor) yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Ya, saat ini kami telah mengamankan seorang pengendara bemor beserta kendaraannya untuk dilakukan penyidikan sementara korban hingga saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Nene Mallomo Sidrap,” ujar Kasat lantas AKP Muhdar.

Ini merupakan bentuk Total Police Polres Sidrap yang mana polisi senantiasa melaksanakan tugas secara ikhlas walaupun tidak pada fungsi atau tugas pokok masing-masing seperti yang dilakukan oleh Bripda Alfadin dan Bripda Rana Hermawati yang sukses mengevakuasi korban laka lantas sehingga nyawa korban masih dapat terselamatkan.

Total Police merupakan Program unggulan yang digagas oleh Kapolres Sidrap yang mana semua fungsi mampu bertugas dan menguasai bidang lain, tidak hanya fokus pada tugas pokoknya saja melainkan dapat bekerja dan menjalankan semua fungsi yang ada di Kepolisian baik itu reserse, Intel lantas, binmas dan Sabhara.

Peran dan posisi polisi sangat strategis dalam usaha menciptakan dan menegakkan keamanan di masyarakat. Oleh karena itu, kebutuhan utama (hak-hak asasi) polisi perlu mendapatkan prioritas utama dalam reformasi kepolisian nasional.

Pembenahan kurikulum, perbaikan sarana dan prasarana, penyesuaian peraturan merupakan hal yang sangat penting bagi upaya pengembangan penegakan hukum dan tetapi sama sekali tidak bermakna jika polisinya “tidak professional” dan “tidak sejahtera”.

Dengan demikian, upaya reformasi penegakan hukum dan seharusnya dimulai dari penataan polisi dilihat dari aspek “mutu” (dedikasi, keahlian, pengalaman) dan “kesejahteraan”. Upaya tersebut akan benar-benar terwujud jika polisi mendapat peluang yang seluas-luasnya untuk memberdayakan diri. Secara konseptual, polisi yang diharapkan adalah sosok polisi yang ideal yang diidamkan oleh setiap pihak yang terkait, seperti : pemerintah, masyarakat luas, dan polisi sendiri.

Selanjutnya, beberapa karakteristik polisi yang ideal antara lain: memiliki semangat juang yang tinggi serta kualitas moral, iman dan takwa yang mantap; mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan lingkungan dan perkembangan iptek; mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain; memiliki etos kerja yang kuat; memiliki kejelasan dan memiliki pengembangan jenjang karir; memiliki profesionalisme yang tinggi; polisi yang memiliki kesejahteraan lahir dan batin, material dan non-material; memiliki wawasan masa depan; dan mampu melaksanakan fungsi dan peranannya.

Tetapi, dalam kenyataannya, keberadaan polisi masih tetap terabaikan. Hal yang paling menyulitkan polisi adalah menjaga keseimbangan antara tuntutan untuk berbuat normatif ideal dengan suasana kehidupan yang materialistis, individualistis, kompetitif, dan konsumtif.

Faktor mendasar yang terkait dengan kinerja professional polisi adalah “kepuasan kerja” yang berkaitan dengan “kesejahteraan polisi” yang meliputi : imbal jasa, rasa aman dalam bertugas, hubungan antar pribadi, kondisi lingkungan kerja, dan kesempatan untuk pengembangan serta peningkatan diri. Beberapa dimensi permasalahan polisi yang masih harus diatasi adalah dimensi: kuantitas, kualitas, sebaran, sistem penegakan hukum (law enforcement), pengelolaan dan jenjang karir polisi, dan manajemen polisi. Sesuai dengan dimensi masalah yang dihadapi maka disarankan tindak lanjut yang konsepsional, dan realistis.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password