Kapolres Mamasa Bersama Pihaknya, Ungkap Kasus Penggelapan ADD, yang Melibatkan Kepala Desa di Kab.Mamasa

tribratanews.polri.go.id – Polda Sulbar, Kepala Kepolisian Resort Mamasa AKBP. Hanny Andhika Sarbini, SIK, SH, MH didampingi Kasatreskrim AKP Yan Kasmariyanto, Kanit Tipikor Iptu Defi Yulianto dan Para penyidik Tipikor Polres Mamasa. Telah dilaksanakan Press Release terkait dugaan kasus tindak Pidana Korupsi tentang Penyalahgunaan Alokasi Dana Desa di Kab. Mamasa yang Melibatkan Salah Satu oknum Kepala desa yang di Kab.Mamasa. Senin (10 April 2017 pkl 16.00 wita).

Menurut AKBP. Hanny, kejadian itu terjadi berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang terjadi sekitar 15 Agustus 2016. Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung merintahkan jajarannya untuk melakukan tindakan penyelidikan, Dengan adanya laporan informasi dari masyarakat yang ditindak lanjuti dengan Laporan Polisi Nomer : LP/07/VIII/2016/Sulbar/Res Mamasa tanggal 15 Agustus 2016, Dengan Terduga Pasal yg dilanggar, Pasal 2 subsider pasal 3 UU No 21 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang tipikor.

Adapun Motif yang dilakukan, Dana ADD dan Dana Desa TA 2015 Diduga Digunakan untuk kepentingan pribadi Kepala Desa Taupe dengan tidak menyelesaikan kegiatan pekerjaan fisik berupa Rabat beton dusun Nikke, Pembangunan Turbin dusun Rante dan dusun Pala serta Rehabilitasi kantor desa yang Ber TKP di Desa Taupe Kec. Mamasa Kab. Mamasa. Ujar Kapolres Mamasa.

Kerugian Negara yang Ditaksir Mencapai sebesar Rp. 174.647.128, Dari jumlah Dana yang dipertanggungjawabkan sebesar Rp. 347.399.000, Dengan Barang bukti Laporan Transaksi Keuangan Dana ADD desa Taupe, Realisasi Anggaran desa Taupe, Laporan Pemeriksaan fisik oleh tenaga teknis, dan SPJ ADD dan Dana Desa Taupe TA. 2015.

Dalam Mengumpulkan Keterangan Pihak Kepolisian Telah melakukan Pemeriksaan saksi sebanyak 25 orang dan melibatkan 2 orang saksi ahli dari Dinas PU dan inspektorat serta ekspose BPKP, Dengan upaya Selanjutnya kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi tersebut masih dilakukan penyelesaian berkas perkara dan akan dilakukan koordinasi awal dengan Kajari untuk selanjutnya akan dilakukan penyerahan berkas perkara Kepada pihak JPU Kejaksaan Negeri Mamasa.

Lebih Rincinya Saat Dikoordinasi Kapolres Mamasa menjelaskan, Indikasi pelanggaran terhadap pekerjaan yang dilakukan adalah kekurangan volume pembangunan fisik berupa rabat beton di dusun Ne’ke’ sekitar 14.438 Meter Kubik dari total anggaran sebesar 55 juta, terjadi adanya penyimpangan sebesar 16 juta dan yang lainnya, adanya kekurangan volume terhadap fisik pembangunan turbin di dusun rante sebesar 92 juta dari total anggaran sebesar 127 juta koma sekian dan selanjutnya sesuai hasil penyidikan ternyata terdapat kekurangan volume terhadap pekerjaan fisik turbin di dusun pana’ sebesar 24 juta koma 748 ribu rupiah dri total 25 juta yg dianggarkan selain itu juga terdapat adanya kekurangan volume pekerjaan fisik berupa rehabilitasi kantor desa dari total 25 juta yang dianggarkan terjadi penyimpangan sebesar 18 jt. Dri total yg disebutkan dihimpun sesuai perhitungan sebanyak Rp. 174. 624. 128 yang terjadi kerugian keuangan negara. AKBP. Hanny Andhika Sarbini, SIK, SH, MH ( Kapolres Mamasa )

Penulis : Indra Reskiawan

Editor  : Umi Fadillah

Publish: Wirad Shardanu Nur

Admin Polri56695 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password